SIDOARJO | JWI – Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan generasi muda Kabupaten Sidoarjo. Tiga siswi sekolah menengah pertama (SMP) berhasil mengukir capaian gemilang di tingkat Provinsi Jawa Timur melalui ajang Lomba Siswa Inspiratif dan Siswi Berbakat Jenjang SMP Tahun 2026. Ketiganya tampil sebagai pelajar berprestasi dengan membawa pulang dua gelar Juara 1 dan satu Juara 2.
Mereka adalah Annita Keisha Zahra, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Sidoarjo yang meraih Juara 1 kategori Siswa Inspiratif Jenjang SMP; Kanaya Syakhira Pramudya, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Sidoarjo yang menyabet Juara 1 kategori Siswi Berbakat Jenjang SMP; serta Angkin Shalqiamna Kusuma Asfandhy, siswi kelas VIII SMP Negeri 6 Sidoarjo yang meraih Juara 2 kategori Siswa Inspiratif Jenjang SMP.
Prestasi ketiga siswi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Sidoarjo memiliki kemampuan, karakter, bakat, dan semangat kompetitif untuk bersaing hingga ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Ketiganya ditemui media Java Watch Indonesia (JWI) di salah satu restoran di kawasan Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (29/8/2026). Dalam perbincangan santai, mereka membagikan kisah perjuangan dan proses yang dilalui hingga mampu meraih prestasi membanggakan tersebut.

Angkin: Prestasi Butuh Proses dan Perjuangan
Bagi Angkin Shalqiamna Kusuma Asfandhy, prestasi tidak datang secara instan. Juara 2 yang berhasil diraihnya merupakan buah dari proses panjang, latihan, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Menurut Angkin, setiap keberhasilan membutuhkan kesungguhan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam prosesnya.
“Untuk mendapatkan sebuah prestasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses dan perjuangan yang harus dilalui,” ujar Angkin.

Annita: Jangan Mudah Menyerah
Sementara Annita Keisha Zahra, peraih Juara 1 kategori Siswa Inspiratif Jenjang SMP, menekankan pentingnya kegigihan dan semangat dalam menghadapi setiap tantangan.
Menurut Annita, seorang pelajar tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, baik dalam proses belajar maupun saat mengikuti kompetisi.
“Harus gigih dan tetap semangat dalam belajar. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan,” kata Annita.
Baginya, setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembentukan diri untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan mampu menghadapi masa depan.

Kanaya: Kegagalan Adalah Celah Menuju Keberhasilan
Hal senada disampaikan Kanaya Syakhira Pramudya, siswi berbakat yang berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur. Kanaya menilai keberanian untuk mencoba menjadi salah satu kunci penting dalam meraih keberhasilan.
Menurutnya, kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti mengejar impian.
“Kita tidak boleh takut gagal. Kegagalan adalah celah menuju keberhasilan,” ungkap Kanaya.
Ketiga siswi tersebut berharap capaian yang mereka raih dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya, khususnya siswa SMP di Kabupaten Sidoarjo, agar berani mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki.
Menurut mereka, masa SMP bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Masa tersebut juga menjadi kesempatan penting untuk mengenali bakat, membangun karakter, melatih kepercayaan diri, serta belajar bertanggung jawab terhadap pilihan dan masa depan.
Mereka juga berpesan kepada teman-teman seusianya agar tidak membandingkan perjalanan hidup dan proses diri sendiri dengan keberhasilan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan, perjalanan, dan waktunya masing-masing untuk mencapai cita-cita.
“Terus belajar, berani mencoba, jangan takut gagal dan jangan mudah menyerah. Apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi bekal untuk meraih masa depan,” pesan mereka.
Prestasi Annita Keisha Zahra, Kanaya Syakhira Pramudya, dan Angkin Shalqiamna Kusuma Asfandhy menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Dengan ketekunan, semangat belajar, serta dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan yang positif, potensi generasi muda diyakini akan terus berkembang.
Sebab keberhasilan bukan semata tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, melainkan tentang siapa yang terus melangkah, berani belajar dari kegagalan, dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita. (*).
Redaksi | JWI





