BANGKO | JWI – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin tahun 2025 mencatatkan hasil positif. Dari target sebesar Rp154,5 miliar, realisasi PAD berhasil menembus Rp162 miliar atau 104,84 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, dalam rapat evaluasi penerimaan PAD Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Selasa (13/1/2026).
“Secara keseluruhan kita surplus. Perolehan PAD kita mencapai 104,84 persen dari target yang telah ditetapkan,” ujar Bupati M. Syukur.
Meski secara total melampaui target, Bupati menegaskan masih terdapat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya dinilai tidak optimal. Ketiganya tercatat hanya mampu merealisasikan PAD di bawah 50 persen, sehingga mendapat “rapor merah” dari kepala daerah.

Menurut Bupati, ketimpangan kinerja antar-OPD tidak boleh dibiarkan karena dapat menghambat percepatan pembangunan daerah.
“Kepada seluruh kepala OPD dan camat, saya minta untuk betul-betul bekerja dan saling bekerja sama. Jangan mencari alasan. Jika memang sudah tidak mampu, silakan ajukan mundur,” tegas M. Syukur di hadapan peserta rapat.
Ia menekankan bahwa PAD merupakan urat nadi pembangunan Kabupaten Merangin, sehingga seluruh perangkat daerah harus bergerak seirama dan tidak saling melemahkan.
“Jangan sampai ada yang menjadi duri dalam daging yang justru mengacaukan proses pembangunan. Kita butuh kerja tim yang solid agar target daerah bisa tercapai,” tambahnya.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Merangin. Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni serta Asisten III Setda Merangin, Hennizor.
Reporter: Afadal






















