SIDOARJO | JWI – Pimpinan Cabang (PC) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kabupaten Sidoarjo menggelar pendidikan politik dan bimbingan teknis bagi pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PIRA yang baru terbentuk, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas kader perempuan Partai Gerindra di Kabupaten Sidoarjo. Pendidikan politik diikuti pengurus PIRA dari 18 kecamatan, serta melibatkan jajaran organisasi sayap Partai Gerindra, yakni GEMIRA, SATRIA, dan TIDAR.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Ketua PD PIRA Jawa Timur, Yayuk, serta Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo, Achmad Muzayin Syafrial, yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Ketua PC PIRA Kabupaten Sidoarjo, Rachmawati Saputri, mengatakan pendidikan politik tersebut tidak sekadar menjadi forum untuk memahami politik, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran, meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan kader perempuan agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan politik dan pembangunan.

“Harapan kami, pengurus-pengurus PAC PIRA yang baru terbentuk memiliki loyalitas terhadap partai, cinta terhadap partai, dan bisa mendukung program-program Pak Presiden,” kata Rachmawati.
Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam politik atau sekadar untuk memenuhi kuota keterwakilan. Kader perempuan harus memiliki keberanian, kapasitas, militansi, serta kemampuan menyampaikan aspirasi masyarakat.

Perempuan Diminta Tak Sekadar Jadi Penonton
Dalam pendidikan politik tersebut, kader PIRA didorong untuk menjadi perempuan yang tangguh dan produktif dalam berbagai situasi.
Perempuan diharapkan mampu menjalankan peran di keluarga, organisasi maupun masyarakat dengan tetap memiliki kontribusi nyata.

“Perempuan jangan hanya menjadi penonton. Kalau masuk politik, harus benar-benar mau bekerja, berbicara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pesan dalam kegiatan tersebut.
Kader juga diingatkan bahwa politik bukan semata-mata soal jabatan atau kekuasaan. Politik harus menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya melalui jalur pemerintahan maupun lembaga perwakilan.

Karena itu, kader PIRA diminta memahami persoalan yang terjadi di masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan.
PIRA Dorong Kader Ikut Kawal Program Pemerintah
Rachmawati juga menekankan pentingnya peran kader dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah.
Kader PIRA diminta tidak hanya mengetahui program pemerintah, tetapi ikut melihat implementasinya di lapangan dan menyampaikan apabila terdapat persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.

“Kami berharap kader-kader PIRA bisa membantu mengontrol dan mengawasi program-program pemerintah,” ujar Rachmawati.
Pengawasan tersebut, kata dia, harus dilakukan secara konstruktif dan santun. Kader diharapkan mampu menyampaikan masukan berdasarkan kondisi nyata di masyarakat, bukan sekadar kritik tanpa data.
Persoalan perempuan dan anak, termasuk berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat, juga dinilai perlu menjadi perhatian kader. Untuk itu, penguatan pendataan dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dari kerja organisasi.
Targetkan 90 Ranting dalam Tiga Bulan
Selain pendidikan politik, PC PIRA Kabupaten Sidoarjo juga menargetkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting.
Rachmawati menjelaskan, seluruh PAC PIRA yang telah terbentuk di 18 kecamatan mendapat tugas membangun struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Setiap PAC diwajibkan membentuk sedikitnya lima ranting dalam waktu tiga bulan.
Dengan 18 PAC, target tersebut berarti sedikitnya 90 ranting PIRA harus terbentuk di Kabupaten Sidoarjo.

“Masing-masing PAC wajib membentuk lima ranting. Kami tunggu tiga bulan dari sekarang,” tegas Rachmawati.
Menurutnya, pemutakhiran data kader juga menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi. Data yang akurat diperlukan untuk mengetahui sebaran dan kekuatan kader PIRA di setiap wilayah sekaligus menjadi dasar pembinaan dan konsolidasi berikutnya.

Konsolidasi Perempuan Gerindra hingga Akar Rumput
Kehadiran Ketua PD PIRA Jawa Timur Yayuk dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara struktur PIRA di tingkat kabupaten dan provinsi.
Sementara keterlibatan Achmad Muzayin Syafrial, Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, serta jajaran GEMIRA, SATRIA dan TIDAR menunjukkan bahwa pendidikan politik tersebut tidak hanya menjadi agenda internal PIRA, tetapi juga bagian dari konsolidasi keluarga besar Partai Gerindra di Sidoarjo.
Kader PIRA juga didorong memahami nilai perjuangan partai dan membangun loyalitas melalui kerja nyata. Kecintaan terhadap partai, menurut materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Dengan pendidikan politik dan bimbingan teknis tersebut, PIRA Sidoarjo diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang lebih berkualitas, berani menyampaikan aspirasi, memahami persoalan masyarakat, serta mampu mengambil peran dalam pembangunan.
Konsolidasi 18 kecamatan dan target 90 ranting dalam tiga bulan menjadi langkah konkret PIRA Sidoarjo untuk memperkuat organisasi hingga akar rumput—dengan perempuan ditempatkan bukan sebagai penonton politik, melainkan sebagai kader yang aktif bekerja, mengawal program pemerintah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Reporter : Sugi.






