Wabup Mimik Idayana Tinjau Flyover Sumo Kali, Dorong Penataan UMKM dan Perbaikan Drainase

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., meninjau langsung progres pengecatan flyover di kawasan Sumokali dan Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/10/2026) malam.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penataan kawasan berjalan sesuai rencana. Pengecatan flyover tersebut telah berlangsung selama tiga hari dan dikerjakan secara bertahap, mulai dari bagian atas sebelum dilanjutkan pada bagian bawah.

Dalam peninjauan itu, Mimik didampingi Kepala Dinas DLHK Arif Mulyono, Kabid KRTH DLHK Sidoarjo Vira Murti Krida Laksmi, Camat Candi Yuni Rismawati bersama jajaran Forkopimka Candi, Anggota DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto, Kepala Desa Sumokali Achmad Soleh beserta perangkat desa, jajaran PJU Dinas Perhubungan Sidoarjo serta Satpol PP Sidoarjo.

Pekerjaan pengecatan melibatkan masyarakat Desa Sumokali dan Karang Taruna bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Mimik, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penataan kawasan. Pemerintah daerah, kata dia, berperan mendorong sekaligus memfasilitasi agar lingkungan di sekitar flyover menjadi lebih tertata.

“Ini masyarakat sendiri yang mengerjakan. Pemerintah hanya mendorong. Karena selama ini flyover ini kelihatan kumuh,” ujar Mimik.

Area Bawah Flyover Disiapkan untuk UMKM

Selain pengecatan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana menata area di bawah flyover agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan masyarakat.

Mimik menyampaikan, kawasan tersebut direncanakan untuk pengembangan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ruang terbuka hijau.

“Di bawah flyover ini rencananya kita akan menjadikan pusat UMKM dan lahan hijau. Ini untuk warga dan dikerjakan warga,” jelasnya.

Penataan tersebut juga mendapat dukungan dari pihak swasta. Salah satunya berupa bantuan kebutuhan pengecatan dari Avian.

Konsep penataan dengan melibatkan masyarakat diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga memberikan ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan ekonomi produktif dan lingkungan.

Wabup Temukan Saluran Air Tidak Mengalir

Dalam peninjauan yang sama, Mimik juga mengecek kondisi saluran air dan gorong-gorong di sekitar kawasan flyover hingga menuju area depan masjid.

Dari pengecekan lapangan, ditemukan sejumlah saluran yang tidak mengalir optimal dan terdapat sampah serta material yang diduga berupa endapan tanah atau pasir.

Kondisi tersebut, menurut Mimik, perlu segera mendapatkan penanganan agar fungsi drainase kembali optimal, terutama untuk mengantisipasi persoalan genangan saat hujan.

“Gorong-gorong itu ternyata selama ini memang buntu. Saluran tidak lancar karena banyak gorong-gorong atau saluran air yang dicor di atasnya. Seharusnya ada kontrol setiap beberapa meter,” ungkapnya.

Mimik juga melihat adanya perbedaan kondisi air pada sejumlah titik saluran. Pada satu bagian kondisi saluran terlihat kering, sementara di bagian lain air justru menggenang.

“Yang sana kering, yang sana sudah penuh airnya. Berarti ada permasalahan di situ. Ibaratnya ada udhune (sumbatan),” ujarnya.

Karena itu, Mimik meminta persoalan drainase tersebut segera ditangani. Pembenahan saluran dinilai penting untuk memastikan sistem pembuangan air dapat berfungsi dengan baik.

Penanganan Drainase Masuk Rencana 2027

Mimik menyampaikan, pembenahan saluran air di kawasan tersebut telah menjadi perhatian dan direncanakan masuk dalam penganggaran tahun 2027.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan legislatif dan pihak terkait untuk memastikan persoalan drainase dapat ditangani secara bertahap.

“Kebetulan saya didampingi Bapak Dewan dari Candi, Dapil 2. Ini tanggung jawab kita. Harus berhasil. Jangan sampai nanti 2027 banjir maneh,” tegasnya.

Menurut Mimik, penanganan drainase tidak cukup hanya dilakukan pada satu titik. Kondisi saluran perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk memastikan keberadaan akses kontrol sehingga proses pemeliharaan dan pembersihan dapat dilakukan secara berkala.

Penataan flyover, pengembangan ruang UMKM, penyediaan ruang hijau, serta pembenahan drainase diharapkan dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya dinilai kurang tertata dapat berubah menjadi ruang yang lebih bersih, produktif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mimik menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemerintah desa, serta pihak swasta dalam penataan lingkungan dan penyelesaian persoalan infrastruktur dasar.

Kepala Desa Sumokali Achmad Soleh menyampaikan pengecatan flyover sisi barat ini masih wilayah Desa Sumokali di kerjakan warga secara swadaya dan gotong royong agar lebih indah dan enak di lihat.

“Saya kerahkan warga untuk ramai – ramai mengecat agar wajah flyover ini tidak kumuh dan banyak coretan mural, makanya kita cat warna orange,” kata Kepala Desa.(*)

Reporter: Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *