PONOROGO | JWI – Panggung hiburan Ponorogo City Expo (PCE) 2026 kembali menghadirkan sajian musik untuk masyarakat. Malam ini, Jumat (11/9/2026), giliran para artis dan musisi lokal Ponorogo yang akan mengajak masyarakat bernostalgia melalui lantunan tembang dangdut lawas di Alun-Alun Ponorogo.
Pertunjukan bertajuk “Tembang Nostalgia” tersebut menjadi bagian dari rangkaian Ponorogo City Expo 2026 yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 4 hingga 13 September 2026.
Pentas musik nostalgia ini melibatkan para artis dan musisi yang tergabung dalam Persatuan Artis Musisi Dangdut Indonesia (PAMDI) Ponorogo). Selain malam ini, pertunjukan serupa dijadwalkan berlanjut hingga Minggu (13/9/2026).
Kehadiran musik dangdut nostalgia menjadi warna tersendiri dalam gelaran PCE 2026. Tidak hanya menjadi hiburan, panggung tersebut sekaligus memberikan ruang bagi seniman dan musisi lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.

Konsep nostalgia dipilih untuk menghadirkan kembali lagu-lagu dangdut lawas yang lekat dengan berbagai generasi. Masyarakat dapat menikmati suasana santai sembari mengikuti alunan musik dan penampilan para penyanyi lokal Ponorogo.
Ponorogo City Expo 2026 sendiri tidak hanya menghadirkan hiburan musik. Gelaran yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Ponorogo ini juga menjadi ruang promosi produk UMKM, kreativitas pelajar, serta berbagai potensi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebelumnya menyebut PCE sebagai salah satu ruang untuk mendorong kreativitas sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Selama penyelenggaraan, pelajar dari berbagai jenjang juga mendapatkan kesempatan tampil di panggung dengan beragam pertunjukan seni dan budaya.
Puncak rangkaian Tembang Nostalgia dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September dengan dukungan PAMDI Ponorogo. Momentum ini sekaligus mempertegas keberadaan seniman lokal sebagai bagian penting dalam geliat ekonomi kreatif dan kebudayaan di Bumi Reog.
Bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya, panggung dangdut nostalgia ini menjadi pilihan hiburan akhir pekan. Selain bernostalgia dengan tembang-tembang lawas, pengunjung juga dapat menikmati suasana Ponorogo City Expo yang memadukan seni, kreativitas, UMKM, dan hiburan dalam satu kawasan.
Dengan demikian, PCE 2026 bukan sekadar arena pameran, tetapi juga menjadi panggung bersama bagi pelajar, pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat untuk bertemu, berkarya, sekaligus merayakan potensi lokal Ponorogo. (*)
Reporter : Tim JWI
