Wabup Mimik Idayana Dorong Pelestarian Situs Sendang Agung, Minta Warisan Sejarah Sidoarjo Dijaga

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., mendorong pelestarian Situs Sendang Agung di Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, keberadaan situs yang menyimpan potensi sejarah, sumber mata air, dan nilai budaya tersebut perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan dari pemerintah agar tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Hal itu disampaikan dalam kunjungan Wabup Mimik ke Situs Sendang Agung, Selasa (27/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia meninjau langsung kawasan sendang dan melihat potensi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Kecamatan Sidoarjo, Dharma Putro Prakoso, S.STP., yang mewakili Camat Sidoarjo, Lurah Urangagung beserta jajaran, serta Kepala Bidang Kebudayaan, Sukartini, M.Pd.

Saat menyusuri kawasan, Mimik mengamati sejumlah sumber mata air. Ia juga mengambil air dari salah satu sumber untuk mencuci muka dan meminumnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kunjungannya untuk mengenal lebih dekat potensi lokal yang belum banyak diketahui masyarakat.

“Meski tempatnya berada di kecamatan kota, kalau saya tidak diberi informasi, saya juga tidak tahu. Ternyata di Sidoarjo banyak peninggalan tempat bersejarah yang belum tersentuh perhatian pemerintah,” ungkap Mimik.

Minta Pelestarian Sejarah Tidak Hanya Mengandalkan Swadaya

Mimik menilai, pelestarian Situs Sendang Agung tidak semestinya hanya bergantung pada inisiatif masyarakat dan komunitas budaya. Diperlukan perhatian serta sinergi pemerintah daerah dan pihak terkait agar perawatan kawasan, perlindungan warisan sejarah, dan pengembangan fasilitas dapat dilakukan secara terarah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar sendang, termasuk mendukung sektor pertanian yang berkaitan dengan keberadaan sumber air.

“Area ini harus dilestarikan dengan baik, pertaniannya juga harus didukung. Kami meminta jangan sampai ada korporasi yang masuk hanya untuk kepentingan pribadi, sebab ini merupakan aset pemerintah yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan, perlindungan lingkungan, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan lahan pertanian.

Sumber Mata Air dan Potensi Wisata Religi

Situs Sendang Agung memiliki daya tarik berupa sumber mata air dan suasana kawasan yang teduh. Berdasarkan keterangan yang disampaikan saat kunjungan, sumber mata air tersebut ditemukan pada 2015, dengan sekitar enam hingga tujuh titik sumber yang disebut berada di kawasan itu.

Dalam perbincangan di lokasi, narasumber juga menyampaikan bahwa airnya pernah menjalani pemeriksaan laboratorium dengan hasil pH 7,3. Namun, kelayakan air untuk dikonsumsi sebagai air minum tetap perlu dipastikan melalui dokumen pengujian laboratorium yang mencakup parameter kualitas air sesuai ketentuan.

Di luar keberadaan sumber air, Sendang Agung menyimpan peluang pengembangan wisata berbasis sejarah, religi, dan kebudayaan lokal. Kawasan ini dapat menjadi ruang pengenalan sejarah daerah, pelestarian tradisi, serta edukasi bagi generasi muda.

Pengembangan tersebut perlu disertai pendokumentasian sejarah dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan agar nilai penting situs dapat dipahami berdasarkan bukti yang tersedia.

Mimik berharap, melalui promosi yang lebih luas dan pengelolaan yang berkelanjutan, Sendang Agung semakin dikenal masyarakat Sidoarjo maupun pengunjung dari luar daerah.

“Semoga dengan semakin dikenalnya Sendang Agung, masyarakat luas bisa datang berkunjung. Potensi yang ada di sini mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan menambah pemasukan bagi warga,” harapnya.

Paguyuban Berharap Perhatian Pemerintah Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sendang Agung, Siswo Adi Tjahyono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo. Ia berharap kehadiran pemerintah dapat menjadi awal penguatan kerja sama dalam menjaga dan mengembangkan kawasan bersejarah tersebut.

Siswo menjelaskan, pembenahan fasilitas di kawasan Sendang Agung selama ini lebih banyak mengandalkan swadaya warga dan sumbangan pengunjung. Menurut keterangannya, paguyuban belum pernah menerima bantuan pembangunan dari pemerintah daerah.

“Selama ini pembangunan yang ada di area Sendang Agung merupakan hasil swadaya pengunjung dan warga setempat. Kalau bantuan dari pemerintah daerah Sidoarjo, kami belum pernah mendapatkan. Padahal, ini merupakan aset kelurahan,” ujarnya.

Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut melalui koordinasi, pembenahan fasilitas, penataan kawasan, serta promosi yang lebih luas.

Bagi masyarakat dan paguyuban, pelestarian Sendang Agung bukan semata-mata menjaga keberadaan sumber mata air, melainkan juga merawat identitas lokal dan warisan sejarah yang memiliki nilai bagi generasi berikutnya.

Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Pengembangan Situs Sendang Agung membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan kelurahan, instansi kebudayaan, pengelola situs, hingga masyarakat.

Upaya pelestarian juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, keberadaan sumber mata air, nilai sejarah, tradisi setempat, dan peluang pemberdayaan pelaku UMKM.

Dengan dukungan yang terarah serta promosi yang berkelanjutan, Situs Sendang Agung diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu potensi wisata sejarah dan religi Kabupaten Sidoarjo tanpa mengesampingkan pelestarian warisan budaya.

Kunjungan Wabup Mimik Idayana menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap potensi tersebut sekaligus mendorong sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah Sidoarjo.

Reporter: Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *