Gotong Royong Petani Desa Tanggul, Ikhtiar Nyata Jaga Ketahanan Pangan

SIDOARJO | JWI – Semangat gotong royong dan kemandirian pangan ditunjukkan para petani Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Seusai melaksanakan tanam padi, Kelompok Tani (Poktan) “Tani Mulyo” menggelar selamatan dan doa bersama pada Minggu, (8/2/2026), sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar menjaga ketahanan dan swasembada pangan dari tingkat desa.

Selamatan digelar sederhana di area persawahan yang baru ditanami padi, diikuti puluhan petani dan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi tradisi turun-temurun yang sarat makna, mencerminkan kebersamaan, kekompakan, serta harapan agar proses tanam hingga panen berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah.

Kepala Desa Tanggul, Syaiful Akhmadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh petani dan warga untuk terus menjaga semangat gotong royong, guyub rukun, serta saling mendukung dalam mengelola sektor pertanian. Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Selain kerja keras di sawah, doa dan kebersamaan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita agar hasil panen maksimal dan membawa keberkahan bagi seluruh petani,” ujarnya.

Ketua Poktan Tani Mulyo Desa Tanggul, Sutamin, menegaskan bahwa selamatan seusai tanam padi bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya. Ia berharap musim tanam tahun ini mampu meningkatkan hasil produksi padi sekaligus kesejahteraan petani.

“Dengan kebersamaan dan doa bersama ini, kami berharap hasil panen ke depan semakin baik dan meningkat. Ini juga bagian dari upaya petani desa untuk mandiri dan berdaulat pangan,” ungkapnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Para petani Desa Tanggul berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian sebagai kontribusi nyata desa dalam menjaga pasokan pangan nasional.

Rangkaian selamatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) desa setempat. Melalui doa tersebut, para petani memohon keberkahan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah, demi mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan dari desa untuk Indonesia.

Reporter: Sugi JWI
Editor : Redaksi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *