BANGKO | JWI – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Merangin resmi ditutup oleh Bupati Merangin, M. Syukur, di arena MTQH Puncak Bukit Durian, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu malam (22/7/2026).
Penutupan berlangsung khidmat sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan keagamaan yang selama sepekan menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin.
Perhelatan MTQH tahun ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya karena sukses penyelenggaraannya, tetapi juga karena keunikan lokasi yang berada di kawasan Puncak Bukit Durian. Nama tersebut disematkan karena kawasan itu sebelumnya merupakan kebun durian yang kemudian disulap menjadi arena MTQH yang megah dengan latar panorama alam yang memukau.

Menariknya, pembangunan kawasan tersebut tidak mengandalkan proyek pemerintah, melainkan lahir dari semangat gotong royong masyarakat Sungai Manau Lamo. Penggalangan dana dan penggerak utama swadaya diprakarsai tokoh masyarakat setempat, M. Nur atau yang akrab disapa Mak Nur, yang juga merupakan paman Bupati Merangin M. Syukur.
Berkat kekompakan warga dan dukungan para donatur, kawasan kebun durian berhasil disulap menjadi pusat pelaksanaan MTQH yang representatif. Menjelang malam, kabut tipis yang menyelimuti bukit berpadu dengan gemerlap lampu jalan dan permukiman warga, menghadirkan panorama yang menambah semarak sekaligus kekhidmatan acara penutupan.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQH ke-52.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dewan hakim, OPD, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, para donatur, serta seluruh masyarakat yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Merangin,” ujar M. Syukur.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa Kecamatan Renah Pamenang resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQH ke-53 tingkat Kabupaten Merangin tahun 2027, sekaligus menjadi estafet pelaksanaan syiar Al-Qur’an di Bumi Tali Undang Tambang Teliti. (*).
Reporter: Afadal





