Jumat Berkah, 14 Karung Pakaian Layak Pakai Disalurkan ke Liponsos Sidoarjo

SIDOARJO | JWI – Semangat berbagi mewarnai momentum Jumat Berkah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 14 karung pakaian layak pakai dihimpun dari masyarakat dan komunitas pelaku UMKM untuk kemudian disalurkan kepada penerima manfaat melalui UPT Pengelola Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PP-Rehsos) atau Liponsos Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk uang maupun makanan. Pakaian, jilbab, buku, hingga mainan yang masih layak digunakan juga dapat menjadi sarana berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Gerakan sosial itu salah satunya dikoordinasikan Ummu Haidar, pelaku UMKM sekaligus owner Kopi Lewung Robusta. Ia mengajak warga di sekitar kawasan Safe N Lock serta jejaring komunikasi komunitas UMKM untuk menyisihkan barang-barang yang masih layak pakai namun sudah tidak lagi digunakan.

Menurut Ummu Haidar, gagasan tersebut berawal dari sebuah kesadaran sederhana bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta.

“Dulu saya kira berbagi itu harus menunggu kaya, harus menunggu uang lebih, dan harus menunggu rezeki lapang. Sampai suatu hari saya membuka lemari. Ada gamis yang sudah dua tahun tidak saya pakai tetapi masih bagus. Ada kemeja anak yang sudah kekecilan. Di sudut kamar juga ada kardus berisi buku dan mainan yang sudah tidak digunakan,” ungkap Ummu Haidar.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian teringat adanya anak yang membutuhkan pakaian layak untuk berangkat mengaji serta buku bacaan untuk menemani aktivitas mereka di rumah.

Kesadaran itu membuat Ummu Haidar melihat kembali barang-barang yang tersimpan di rumah. Menurutnya, sesuatu yang sudah tidak lagi digunakan oleh seseorang belum tentu kehilangan nilai bagi orang lain.

“Di situlah saya merasa Allah menegur saya. Ternyata berbagi tidak selalu tentang nominal. Terkadang sesuatu yang kita anggap sudah tidak berharga atau tidak lagi kita gunakan, justru sangat berharga bagi orang lain,” tuturnya.

Ajak Warga Buka Lemari, Bukan Dompet

Dari situlah gerakan pengumpulan pakaian layak pakai mulai dilakukan. Ummu Haidar mengajak warga dan rekan-rekan komunitas UMKM untuk terlebih dahulu melihat barang-barang yang masih layak digunakan di rumah masing-masing.

“Saya bilang, ‘Yuk, kita buka lemari kita. Bukan buka dompet dulu.’ Kalau ada pakaian layak pakai, jilbab, buku atau mainan yang masih bagus tetapi sudah tidak digunakan, mari kita kumpulkan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Ajakan tersebut mendapat respons positif. Sejumlah warga mulai menyumbangkan pakaian, buku hingga mainan yang masih dalam kondisi baik.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut dilibatkan dalam semangat berbagi tersebut. Bahkan, menurut Ummu Haidar, ada anak yang secara sukarela memberikan mainan miliknya untuk disumbangkan kepada anak lain.

“Ada anak-anak yang dengan polos menyerahkan mainan kesayangannya sambil berkata, ‘Buat teman yang belum punya ya, Bunda.’ Dari situ terasa sekali bahwa semangat berbagi bisa ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.

Ummu Haidar menjelaskan, sebelumnya hasil pengumpulan barang layak pakai tersebut juga disalurkan melalui Yayasan Dompet Amanah Umat (DAU). Kini, jangkauan penyaluran diperluas melalui Liponsos Kabupaten Sidoarjo.

Pada Jumat (21/8/2026), sebanyak 14 karung pakaian layak pakai diserahkan untuk disalurkan kepada penerima manfaat di Liponsos Sidoarjo.

Proses pengambilan bantuan tersebut dilakukan oleh Dony bersama seorang rekannya dari pihak Liponsos Sidoarjo, setelah sebelumnya dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Ummu berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerima dan gerakan serupa terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

“Melihat senyum mereka saat menerima, saya memahami satu hal. Nilai berbagi bukan semata-mata dilihat dari besar atau kecilnya barang yang diberikan, tetapi juga dari keikhlasan kita melepas sesuatu yang sebenarnya masih kita sayangi,” katanya.

Ia menilai, barang yang tersimpan di rumah dan sudah jarang digunakan dapat menjadi sumber manfaat apabila disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

“Lemari kita mungkin penuh, tetapi hati kita akan terasa lebih lapang ketika kita berbagi isinya,” tambahnya.

Liponsos Apresiasi Dukungan Masyarakat

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pengelola Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PP-Rehsos) atau Liponsos Kabupaten Sidoarjo, K. Yudi Arianto, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan sosial tersebut.

Yudi menilai, bantuan pakaian layak pakai merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi para penerima manfaat yang berada dalam pelayanan sosial.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan support dan kepeduliannya kepada Liponsos Kabupaten Sidoarjo. Bantuan pakaian layak pakai ini tentu sangat bermanfaat bagi para penerima manfaat yang kami layani,” ujar K. Yudi Arianto.

Ia berharap kepedulian masyarakat, komunitas maupun pelaku UMKM terhadap kegiatan sosial dapat terus tumbuh dan berkelanjutan.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa kebermanfaatan bagi mereka yang membutuhkan. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin ke depannya,” tambahnya.

Menurut Yudi, kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan uang. Barang yang masih layak digunakan juga dapat memberikan manfaat apabila disalurkan melalui jalur yang tepat.

“Kami sangat mengapresiasi setiap bentuk kepedulian. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan ini dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk bersama-sama berbagi dan membantu sesama,” pungkasnya.

Berbagi dari Hal Sederhana

Momentum Jumat Berkah di Sidoarjo tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Pakaian yang tersimpan di lemari, buku yang sudah selesai dibaca, maupun mainan yang tidak lagi digunakan dapat memiliki nilai manfaat ketika diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Bagi Ummu Haidar, berbagi bukan persoalan seberapa besar nilai barang yang diberikan, melainkan seberapa tulus seseorang memberikan sesuatu yang dimilikinya untuk membantu sesama.

Ia pun mendoakan seluruh masyarakat yang telah ikut berdonasi agar mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

“Semoga Allah SWT memberikan pahala, keberkahan dan kelapangan rezeki kepada bapak dan ibu yang telah mendonasikan pakaian layak pakai. Semoga apa yang disalurkan hari ini menjadi amal saleh dan membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Ummu Haidar. (*).

Reporter : Sugi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *