Antisipasi Karhutla, Bupati Merangin M. Syukur Siapkan Anggaran BTT dan Posko Gabungan

BANGKO | JWI – Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, memperkuat langkah antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi puncak musim kemarau. Pemkab Merangin menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta memperkuat koordinasi lintas instansi melalui posko gabungan.

Bupati Merangin M. Syukur menegaskan, penanganan Karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan aparat terkait.

Hal tersebut disampaikan M. Syukur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Jumat (21/8/2026).

Rakor tersebut dihadiri Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Kepala BPBD Provinsi Jambi H. Bachyuni Deliansyah, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yakhua Wisnu Arianto, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, perwakilan Kejaksaan Negeri, Wakil Ketua I DPRD Merangin Herman Effendi, jajaran Satbrimob, kepala OPD, para camat, serta perwakilan korporasi dan perusahaan swasta di Kabupaten Merangin.

Dalam arahannya, Bupati M. Syukur mengatakan Pemkab Merangin telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menekan risiko Karhutla, terutama menghadapi kondisi kemarau.

Upaya tersebut antara lain melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana pemadaman, serta kesiapan anggaran BTT untuk mendukung operasional penanganan Karhutla di lapangan.

“Penanganan Karhutla ini adalah tanggung jawab kita bersama. Keselamatan warga dan stabilitas ekonomi daerah harus kita jaga. Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar, serta para camat agar aktif memantau wilayahnya masing-masing,” ujar M. Syukur.

Sementara itu, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menekankan pentingnya kewaspadaan dan penanganan sejak dini. Menurutnya, meskipun Merangin tidak memiliki bentangan lahan gambut seperti sejumlah wilayah lain di Provinsi Jambi, potensi kebakaran di lahan mineral tetap harus diwaspadai.

“Merangin memang tidak ada lahan gambut, tetapi bukan berarti kita boleh kurang waspada. Kebakaran di lahan mineral ini sifatnya cepat menjalar dan harus segera diatasi sejak dini,” tegas Nyamin.

Dalam Rakor tersebut, pemerintah daerah bersama aparat juga mengingatkan pemegang konsesi, termasuk perusahaan perkebunan dan pertambangan, agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Karhutla di wilayah kerjanya.

Perusahaan diminta menyiagakan regu pemadam kebakaran mandiri berikut peralatan yang memadai serta meningkatkan upaya pencegahan di sekitar wilayah konsesi. Perusahaan yang terbukti lalai dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati M. Syukur dan Danrem juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, meninggalkan bara api saat berkebun atau memasak, maupun melakukan pembakaran lahan.

Melalui Rakor tersebut, Pemkab Merangin berharap sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan serta mempercepat penanganan apabila terjadi Karhutla. (*).

Reporter: Afadal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *