BANGKO | JWI – Bupati Merangin H. M. Syukur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Merangin, Rabu (19/8/2026). Sidak dilakukan secara langsung tanpa pengawalan.
Sesampainya di kantor tersebut, Bupati Syukur mengucapkan salam. Namun, tidak ada pegawai yang menyambut. Ia kemudian berjalan dari satu ruang kerja ke ruang kerja lainnya untuk memastikan keberadaan aparatur.
“Mana pegawainya, kok tidak ada orangnya?” tanya Bupati Syukur.
Dalam sidak tersebut, sejumlah ruang kerja terlihat kosong. Para kepala bidang (kabid) juga tidak tampak berada di ruangan.
Seorang pegawai perempuan kemudian menjelaskan kepada Bupati bahwa sebagian kabid sedang melaksanakan tugas dinas ke Jambi.
“Kalau Kabid Perkim yang dinas ke Jambi, terus kabid yang lain mana? Kok tidak ada orang sama sekali?” ujar Bupati.
Bupati juga mempertanyakan keberadaan petugas resepsionis yang seharusnya berada di bagian depan kantor. Namun, petugas tersebut tidak terlihat.
Ketika ditanya mengenai kondisi kantor yang masih sepi, pegawai tersebut menjelaskan bahwa sebagian pegawai sedang beristirahat. Bupati kemudian mempertanyakan waktu istirahat yang berlaku di kantor tersebut.
“Waktu istirahat kantor dari jam berapa sampai jam berapa?” tanya Bupati.
Pegawai tersebut menjawab bahwa waktu istirahat berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Namun, saat sidak dilakukan, waktu sudah melewati pukul 13.00 WIB dan mendekati pukul 14.00 WIB.
Bupati pun mempertanyakan mengapa sebagian besar pegawai belum kembali ke kantor setelah waktu istirahat berakhir.
Bupati kemudian mengecek sistem absensi pegawai. Kantor Perkim diketahui telah menggunakan mesin absensi sidik jari. Namun, operator absensi juga tidak berada di tempat.
Bupati meminta data absensi pada hari tersebut dicetak untuk mengetahui kehadiran pegawai secara jelas.
Temukan Mushola Kotor
Sidak kemudian berlanjut ke ruang mushola kantor. Di lokasi tersebut, Bupati Syukur mengaku prihatin melihat kondisi kebersihan mushola yang dinilai kurang terawat.
Karpet mushola terlihat lusuh dan kotor. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Bupati.
“Kasi tahu Kadisnya, ini tempat sholat. Masa karpetnya kotor begini,” tegas Bupati.
Bupati bahkan menyatakan siap membantu pengadaan fasilitas apabila pihak dinas mengalami keterbatasan.
“Kalau tidak bisa memperbaiki ruangan ini, biar Bupati yang membelikan karpet dan AC,” ujarnya.
Menurut Bupati, dengan jumlah pegawai Dinas Perkim yang mencapai sekitar 70 orang, fasilitas tempat ibadah semestinya mendapatkan perhatian dan dirawat dengan baik.
“Pegawai di Dinas Perkim ada sekitar 70 orang. Masa nyaman sholat di tempat yang kotor seperti ini? Ini kantor pemerintahan,” kata Bupati.
Bupati juga meminta agar fasilitas kamar mandi dan tempat wudhu disediakan serta dijaga kebersihannya.
Ia menilai kondisi mushola yang kotor menunjukkan perlunya peningkatan kepedulian terhadap kebersihan dan pemanfaatan fasilitas ibadah di lingkungan kantor.
Setelah dilakukan pembersihan secara singkat, Bupati Syukur kemudian melaksanakan sholat Zuhur berjamaah di mushola tersebut. Bupati bertindak sebagai imam bersama sejumlah pegawai yang berada di kantor.
Bupati meninggalkan Kantor Dinas Perkim sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya Sidak Dua Puskesmas
Sebelum melakukan sidak di Kantor Dinas Perkim, Bupati Merangin H. M. Syukur juga melakukan kunjungan mendadak ke Puskesmas Bangko dan Puskesmas Bangko Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati meminta seluruh jajaran pelayanan publik, khususnya fasilitas kesehatan milik pemerintah, memberikan pelayanan secara optimal, cepat, ramah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Rangkaian sidak tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati Merangin untuk memastikan kedisiplinan aparatur sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan dan kondisi fasilitas pemerintahan di Kabupaten Merangin.
Reporter: Afadal





