HUT ke-74 SMPN 1 Sidoarjo, ONE EXPO 74 Jadi Ruang Kreativitas, UMKM, Seni dan Budaya Siswa

SIDOARJO | JWI – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74, SMP Negeri 1 Sidoarjo menggelar ONE EXPO 74 pada 10–12 September 2026. Mengusung tema “Menggali Potensi, Menginspirasi Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi akademik dan nonakademik, Sabtu (12/9/2026).

Tidak sekadar menjadi perayaan hari jadi sekolah, ONE EXPO 74 menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan seni budaya, keterampilan, kewirausahaan, kreativitas, prestasi, hingga pendidikan karakter.

Read More

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Ketua Komite SMP Negeri 1 Sidoarjo Raymond Wardana beserta jajaran, Kepala SMP Negeri 1 Sidoarjo Matnuri, S.Pd., M.M., guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, peserta didik, serta para undangan.

Sebelum acara dimulai, rombongan disambut pertunjukan tari oleh siswa. Penyambutan dilanjutkan dengan pengalungan bunga kepada tamu undangan yang dilakukan siswa kelas 7C, Tenggar Khalidina Mahendra bersama Salma Ellya Ladiba.

Lapak UMKM Jadi Laboratorium Kewirausahaan

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam ONE EXPO 74 adalah keberadaan lapak UMKM dan pasar kreasi yang dikelola masing-masing kelas.

Siswa bersama orang tua menghadirkan beragam produk makanan, minuman, kerajinan, serta hasil kreativitas lainnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengenal proses pengemasan, promosi, pelayanan konsumen hingga pemasaran.

Kepala SMP Negeri 1 Sidoarjo Matnuri mengatakan, ONE EXPO merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kompetensi intelektual. Peserta didik juga membutuhkan ruang untuk mengembangkan kompetensi spiritual, seni, keterampilan, riset, organisasi, serta berbagai kemampuan lain sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Anak-anak tidak hanya memiliki kompetensi intelektual, tetapi juga bagaimana membangun kompetensi spiritual dan keahlian atau skill yang dimiliki anak, baik di bidang seni, keterampilan, riset dan lainnya,” ujar Matnuri.

Ia menegaskan, pengembangan potensi siswa membutuhkan kolaborasi antara sekolah, komite, koordinator kelas, orang tua, guru dan tenaga kependidikan.

“Melalui kolaborasi dan kebersamaan, anak-anak dibangkitkan potensinya supaya memiliki jiwa yang baik dalam berorganisasi, berkarya dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Matnuri, lapak UMKM dalam ONE EXPO juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual. Siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah produk dibuat, dikemas, dipromosikan hingga dipasarkan.

Keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting karena memberikan pendampingan sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga.

Ketua Komite SMP Negeri 1 Sidoarjo Raymond Wardana mengatakan, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga sekolah perlu menyediakan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang.

“Potensi anak-anak itu sungguh luar biasa. Bisa di bidang akademik, olahraga, seni maupun manajemen dan pasar seperti ini,” ujar Raymond.

Sejumlah lapak siswa bahkan mengangkat kekayaan kuliner daerah, termasuk makanan khas Kalimantan seperti soto Banjar dan choipan.

Pentas Seni dan Budaya Perkuat Karakter Siswa

Selain UMKM, ONE EXPO 74 juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Siswa menampilkan tari, karawitan, musik, drama dan pertunjukan kreatif lainnya.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana pembelajaran untuk melatih keberanian tampil, kreativitas, kerja sama, disiplin dan tanggung jawab.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih menilai kegiatan seperti ONE EXPO memiliki nilai pendidikan yang penting karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Menurut Netti, pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik. Kreativitas, imajinasi, inovasi, tanggung jawab, kerja sama dan kemandirian juga harus dibangun melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah.

Ia mencontohkan perjalanan Walt Disney sebagai gambaran bahwa sebuah karya besar membutuhkan kreativitas, imajinasi, ketekunan dan keberanian menghadapi kegagalan.

“Seorang murid tidak cukup hanya menerima ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, harus ada imajinasi dan kreativitas,” ujarnya.

Netty menilai pentas seni, karawitan, drama maupun bazar siswa dalam ONE EXPO menjadi media pembentukan karakter.

“Karakter tidak diajarkan, tetapi melalui pembiasaan dan budaya sekolah,” tegasnya.

Sekolah Berpeluang Kembangkan Kelas Khusus Seni Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo juga membuka peluang bagi SMP Negeri 1 Sidoarjo untuk mengembangkan kelas khusus seni budaya pada tahun ajaran 2027/2028.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik. Sekolah juga diminta mengajukan proposal untuk selanjutnya dilakukan monitoring oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami tunggu proposalnya untuk tahun ajaran 2027–2028. Asalkan sarana prasarana dan gurunya sudah siap,” kata Netti.

Peluang tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah untuk semakin mengembangkan potensi seni dan budaya siswa yang selama ini telah tumbuh melalui berbagai kegiatan.

Torehkan Lebih dari 200 Prestasi

Memasuki usia ke-74, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga menyampaikan sejumlah capaian prestasi yang diraih peserta didik.

Sepanjang 2026, pihak sekolah menyebut siswa telah meraih lebih dari 200 prestasi tingkat nasional dan internasional. SMP Negeri 1 Sidoarjo juga disebut menjadi salah satu dari enam SMP di Kabupaten Sidoarjo yang memperoleh kinerja terbaik.

Selain itu, capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa disebut berada pada peringkat atas.

Matnuri berharap capaian tersebut tidak berhenti pada 2026, tetapi dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Insyaallah prestasi ini bisa dipertahankan pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya. Mudah-mudahan capaian anak-anak semakin meningkat,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa SMP Negeri 1 Sidoarjo memperoleh BOS Kinerja selama tiga tahun berturut-turut, 2024–2026. Pada 2025, sekolah disebut memperoleh BOS Kinerja sebesar Rp100 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian sekolah dan peserta didik.

Pendidikan Juga Menanamkan Kepedulian Sosial

Tidak hanya mengejar prestasi akademik, seni dan kewirausahaan, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga berupaya membangun kepedulian sosial siswa.

Matnuri mengatakan, dalam sejumlah kegiatan sosial, siswa, wali murid, komite, guru dan tenaga kependidikan turut terlibat membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah.

Dalam salah satu kegiatan penggalangan bantuan, dana yang terkumpul disebut mencapai lebih dari Rp18 juta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter agar siswa memiliki empati dan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Siswa: Anniversary Jadi Ruang Belajar dan Berkarya

Bagi siswa, perayaan anniversary SMP Negeri 1 Sidoarjo juga meninggalkan pengalaman tersendiri.

Azkarina Afrida Putri, salah satu siswa yang juga menjadi pembawa acara dalam kegiatan tersebut, mengatakan anniversary bukan hanya momentum memperingati bertambahnya usia sekolah, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, mengenal kearifan lokal, melatih kewirausahaan dan membangun kerja sama.

Selama tiga tahun bersekolah di SMP Negeri 1 Sidoarjo, Azkarina mengaku telah mengikuti tiga kali perayaan anniversary, yakni ketika sekolah berusia 72, 73 hingga 74 tahun.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan anniversary memberikan pengalaman dan kesan yang berbeda.

“Setiap anniversary memiliki pesan dan kesan yang berbeda. Kegiatan ini membuat siswa lebih kreatif, terutama melalui bazar, kompetisi, kerja sama, dan kegiatan yang mengangkat budaya lokal,” ujarnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya menjaga dan mengelola bazar kelas. Saat itu, siswa diarahkan untuk mengangkat kearifan lokal Sidoarjo, mulai dari tema hingga menu yang disajikan.

“Yang paling berkesan bagi saya ketika dipercaya menjaga bazar. Sekolah meminta kami mengangkat kearifan lokal Sidoarjo, mulai dari tema bazar sampai menu yang disiapkan,” katanya.

Menurut Azkarina, berbagai pengalaman tersebut membuat dirinya semakin percaya diri dan mampu bekerja sama dengan teman.

Di bidang akademik, ia mengaku menyukai mata pelajaran Matematika dan IPA. Ia bahkan pernah meraih prestasi dalam ajang olimpiade IPA dengan memperoleh medali emas.

“Matematika dan IPA saya suka. Selain materinya, gurunya juga mantap,” ungkapnya.

Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Sidoarjo, Azkarina bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia berharap pengalaman selama bersekolah dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.

Untuk almamaternya, ia berharap SMP Negeri 1 Sidoarjo semakin maju dan terus melahirkan generasi muda yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

“Harapan saya, SMPN 1 Sidoarjo semakin jaya dan terus menghasilkan generasi-generasi muda yang berkelas, berkualitas, dan bermanfaat bagi negara serta lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

ONE EXPO 74 akhirnya menjadi gambaran bahwa perayaan HUT ke-74 SMP Negeri 1 Sidoarjo bukan sekadar seremoni. Panggung seni, karawitan, drama, UMKM siswa, prestasi akademik hingga kegiatan sosial menjadi bagian dari proses pendidikan yang mempertemukan kreativitas, budaya, kewirausahaan, karakter dan kepedulian sosial.

Di usia ke-74, SMP Negeri 1 Sidoarjo meneguhkan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi peserta didik agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, mandiri, mampu bekerja sama dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Reporter: Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *