Wabup Mimik Sidak Proyek Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat Rp7,9 Miliar, Progres Tertinggal dari Target

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan infrastruktur yang dinilai mengalami keterlambatan.

Kali ini, Wabup Mimik meninjau pembangunan Gedung HD (Hemodialisis) lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat dengan nilai kontrak sekitar Rp7,9 miliar, Rabu (30/9/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis serta target waktu yang telah ditetapkan. Dalam kunjungan tersebut, Wabup Mimik didampingi Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat dr. Abdillah Al Hadad, jajaran Inspektorat, PPKOM, pelaksana, serta konsultan pengawas proyek.

Setibanya di lokasi, Wabup Mimik langsung meminta penjelasan mengenai perkembangan pekerjaan kepada pelaksana proyek dari PT Dehan Maulana Perkasa. Ia juga memeriksa sejumlah material yang berada di lokasi, termasuk besi dan pasir.

Pelaksana proyek menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini baru mencapai sekitar 23 persen, sementara target yang ditetapkan berada di angka 32 persen.

“Kita sudah mencapai 23 persen dari target 32 persen,” ujar pelaksana proyek.

Mendengar penjelasan tersebut, Wabup Mimik meminta pelaksana segera melakukan percepatan. Ia menegaskan, berdasarkan target pekerjaan, progres proyek semestinya sudah mencapai sekitar 35 persen.

Terlebih, berdasarkan laporan Inspektorat, proyek tersebut mengalami deviasi sekitar 18 persen dari target yang telah ditentukan.

“Tolong juga kualitasnya jangan asal-asalan. Saya tidak mau. Makanya saya sering turun ke lapangan karena kinerjanya terlambat. Harus lembur. Jangan sampai tidak selesai,” tegas Wabup Mimik.

Ia juga meminta kontraktor menambah tenaga kerja agar pekerjaan dapat dikejar dan keterlambatan tidak semakin melebar.

“Ini dendanya bisa 50 persen, jangan main-main. Ini harusnya sudah 35 persen sampai sekarang. Jadi dikejar, tambah pegawai yang mengerjakan,” lanjutnya.

Selain memberikan penekanan kepada pelaksana proyek, Wabup Mimik juga meminta konsultan pengawas, Transformasi Nusantara KSO, meningkatkan intensitas pengawasan di lapangan.

Menurutnya, konsultan pengawas memiliki tanggung jawab untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan kontraktor sesuai spesifikasi teknis dan jadwal dalam kontrak.

“Sebagai pengawas, Anda mendapat bayaran sesuai kontrak. Jadi jalankan tugas dengan benar dan komit. Jangan melempem dan lembek, tetapi harus berani tegas,” pinta Wabup Mimik.

Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik juga melakukan pengecekan langsung terhadap material besi menggunakan alat ukur. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, ia menyebut ukuran besi yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang dipersyaratkan.

“Sudah standar, sesuai ini ya, sesuai spek semuanya. Cuma ada beberapa keterlambatan, keteteran, tetapi insyaallah akan dikejar,” pungkasnya.

Wabup Mimik menegaskan, pengawasan terhadap proyek pembangunan di Kabupaten Sidoarjo akan terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan dalam kontrak. (*).

Reporter : Tim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *