Wabup Mimik Soroti Proyek Jalan Kedungbanteng Sidoarjo Rp3,3 Miliar, Progres Baru 16 Persen

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., menyoroti pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, yang memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,3 miliar.

Sorotan tersebut disampaikan Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ruas jalan depan SMP Negeri 2 Tanggulangin, jalur Ngaban-Kedungbanteng, Rabu (30/9/2026).

Dalam sidak itu, Mimik menemukan progres pekerjaan masih relatif rendah. Selain meminta percepatan pekerjaan, ia juga menyoroti sejumlah aspek teknis yang dinilai perlu segera diperbaiki.

Proyek tersebut mencakup peningkatan jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar lima meter. Pekerjaan juga meliputi peninggian elevasi jalan yang di sejumlah titik disebut mencapai puluhan sentimeter.

Mimik meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja agar pekerjaan dapat dipercepat dan target penyelesaian pada 18 Desember 2026 dapat tercapai.

“SDM-nya harus ditambah, tukangnya harus ditambah. Ada beberapa yang harus dibenahi karena pemasangan box culvert ini kurang pas,” kata Mimik.

Selain persoalan box culvert, Mimik meminta tiang listrik yang berada di sekitar saluran segera dipindahkan. Menurutnya, keberadaan tiang tersebut perlu ditata agar tidak mengganggu aliran air di sekitar ruas jalan.

Ia juga meminta dilakukan normalisasi sungai di sekitar lokasi proyek. Termasuk, penanganan plengsengan pada kedua sisi sungai agar fungsi saluran dapat berjalan lebih optimal.

“Tiang-tiang listrik segera dipindah supaya tidak mengganggu jalannya air. Terus sungai ini perlu dinormalisasi. Plengsengannya tidak harus sebelah kiri saja, harusnya dua-duanya,” tegasnya.

Soroti Elevasi Jalan dan Rumah Warga

Mimik juga menaruh perhatian pada dampak peninggian jalan terhadap rumah warga di sepanjang ruas tersebut. Ia menemukan adanya rumah yang posisinya lebih rendah dibandingkan elevasi jalan yang akan dibangun.

Kondisi tersebut, kata Mimik, perlu segera dicarikan solusi agar peninggian jalan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama saat hujan ketika air berpotensi masuk atau menggenangi rumah warga.

“Karena saya tidak tahu perencanaannya kemarin seperti apa, kok bisa peninggian jalan ini sampai 40 sampai 60 sentimeter. Sedangkan rumah warga di sebelah kanan lebih rendah. Ini akan ada permasalahan baru nanti, kalau hujan kemudian air masuk rumah, nanti kita yang kena protes,” ungkapnya.

Ia meminta pihak terkait memperhatikan perbedaan elevasi antara badan jalan dan rumah warga sebelum pekerjaan diselesaikan. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari evaluasi agar pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Minta Pengawasan Konstruksi Diperketat

Terkait material, Mimik menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan sementara tidak ditemukan persoalan. Material yang digunakan disebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Meski demikian, ia meminta proses pemasangan dilakukan secara lebih rapat dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Materialnya sudah sesuai SNI. Saya lihat tidak ada masalah, cuma ini kurang rapat,” ujarnya.

Mimik juga meminta pengawasan terhadap konstruksi beton diperhatikan secara serius. Ia ingin mengetahui secara langsung tahapan pengecoran, termasuk penggunaan besi pada konstruksi jalan.

“Nanti saya ingin tahu betonnya itu dilapisi besi atau tidak. Kalau proses cor berjalan, saya diinfo. Saya ingin tahu nanti bawahnya dikasih besi atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Proyek Aris menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini masih berada di kisaran 16 persen. Pekerjaan tersebut telah memasuki minggu ke-10.

“Saat ini memasuki minggu ke-10, progresnya sudah 16 persen,” tandasnya. (*).

Reporter : Tim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *