SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., menyoroti buruknya kondisi kebersihan dan sejumlah fasilitas di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Raya Ngelom Nomor 2, Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ketiga yang dilakukan pada Selasa (13/10/2026), Mimik menemukan persoalan saluran air yang tidak berfungsi serta tumpukan sampah di lingkungan hunian.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena rusunawa merupakan fasilitas hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat. Kondisi lingkungan yang bersih, saluran drainase yang berfungsi baik, serta fasilitas umum yang terawat menjadi kebutuhan mendasar untuk menjamin kenyamanan penghuni.

Dalam keterangannya saat meninjau lokasi, Mimik menyebut tingkat keterisian rusunawa yang dikunjungi mencapai sekitar 75 persen. Namun, ia menilai kondisi sejumlah fasilitas dan lingkungan hunian masih memerlukan pembenahan.

“Rusunawa ini sudah sidak ketiga. Ternyata sangat memprihatinkan semuanya. Saluran air sudah nggak jalan, sampah di mana-mana,” ungkap Mimik.
Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tidak terus berlarut-larut.
Mimik Soroti Pengelolaan dan Perawatan Rusunawa
Kondisi saluran air yang tidak berfungsi dan sampah yang menumpuk menjadi catatan penting dalam evaluasi pengelolaan rusunawa. Selain berpotensi mengganggu kenyamanan penghuni, persoalan drainase dan kebersihan yang tidak tertangani juga dapat memicu masalah lingkungan.

Mimik meminta dinas terkait, khususnya perangkat daerah yang membidangi perumahan dan kawasan permukiman, mengevaluasi sistem pengelolaan serta pemeliharaan fasilitas rusunawa.
Evaluasi tersebut mencakup penanganan sampah, perbaikan saluran drainase, pemeliharaan fasilitas bersama, hingga pengawasan kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan rusunawa tidak cukup hanya memperhatikan tingkat keterisian bangunan. Kelayakan hunian dan keberfungsian fasilitas pendukung juga harus menjadi prioritas agar penghuni dapat tinggal dengan nyaman.
Anggaran Pemeliharaan Rusunawa Ikut Dipertanyakan
Selain menyoroti kondisi fisik dan kebersihan lingkungan, Mimik turut mempertanyakan mekanisme pembiayaan operasional serta pemeliharaan rusunawa.

Dalam keterangannya, ia menyebut adanya pemasukan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp1,3 miliar per tahun. Namun, kondisi fasilitas yang ditemukan di lapangan dinilai masih memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Mimik juga menyinggung informasi mengenai pengajuan anggaran pemeliharaan sekitar Rp170 juta hingga Rp180 juta. Kendati demikian, rincian penggunaan, status pengajuan, serta alokasi anggaran tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada OPD terkait.

Kejelasan informasi anggaran diperlukan untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan berjalan sesuai kebutuhan. Terlebih, persoalan yang ditemukan menyangkut fasilitas dasar, seperti saluran air dan kebersihan lingkungan.
Karena itu, OPD terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan rusunawa, penerimaan sewa, serta realisasi anggaran operasional dan pemeliharaan.
Penghuni Rusunawa Usulkan Pembangunan Mushola
Dalam sidak tersebut, aspirasi penghuni mengenai kebutuhan tempat ibadah juga menjadi pembahasan. Warga mengusulkan pembangunan musala di area fasilitas umum rusunawa agar penghuni dapat menjalankan ibadah dengan lebih mudah dan nyaman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mimik menyampaikan bahwa rencana pembangunan musala masih perlu dikoordinasikan dengan dinas yang membidangi perumahan dan kawasan permukiman, terutama terkait ketentuan pemanfaatan lahan serta peruntukan fasilitas umum.
“Ini yang kita bicarakan dengan Perkim. Boleh tidaknya, dan aturannya itu ada nggak,” ujarnya.
Koordinasi diperlukan untuk memastikan rencana pembangunan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, status lahan, serta tata kelola fasilitas umum di lingkungan rusunawa.

OPD Diminta Segera Tindak Lanjuti Temuan Sidak
Temuan dalam sidak tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas pengelolaan rusunawa.
Penanganan sampah, perbaikan saluran drainase, pemeliharaan fasilitas bersama, serta transparansi informasi anggaran menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.
Mimik meminta OPD terkait menindaklanjuti persoalan yang ditemukan di lapangan dengan langkah konkret dan terukur.

Evaluasi diharapkan tidak berhenti pada peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan perbaikan fasilitas dan pembenahan sistem pengelolaan agar rusunawa dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan demikian, penghuni rusunawa dapat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih, nyaman, dan layak, sekaligus memastikan fasilitas milik pemerintah daerah terpelihara secara optimal. (*).
Reporter: Tim Media – Sugi





