Sidak Pasar Taman, Mimik Idayana Soroti Dugaan Campuran Semen dan Keterlambatan Proyek

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S. AP menyoroti kualitas pekerjaan dan keterlambatan progres rehabilitasi Pasar Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Dalam inspeksi mendadak (sidak), Selasa (13/10/2026), ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian material pengecoran, pemasangan paving yang kurang presisi, hingga saluran drainase yang tidak tersambung.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah pekerjaan pengecoran dak lapak daging. Mimik mempertanyakan kualitas material yang digunakan setelah melihat kondisi hasil pengecoran di lokasi.

Saat menanyakan waktu dimulainya pekerjaan, pengawas proyek menjelaskan bahwa pengecoran telah dilakukan sejak pukul 21.00 WIB pada malam sebelumnya.

Namun, kondisi pengecoran tersebut memicu teguran dari Mimik yang menduga komposisi material tidak sesuai dengan standar pekerjaan konstruksi.

“Harusnya ini sudah kering kalau komposisi materialnya pas. Lha, wong ini nggak ada semennya, makanya lambat,” tegur Mimik kepada pengawas proyek.

Dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan komposisi material yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Jika terbukti terdapat ketidaksesuaian, pelaksana proyek perlu melakukan perbaikan sesuai ketentuan kontrak dan standar konstruksi.

Dalam sidak tersebut, terdapat lima titik pekerjaan yang menjadi perhatian, meliputi tiga titik pekerjaan pavingisasi, pembangunan lapak pedagang ikan dan daging, serta pembangunan pagar.

Progres Pekerjaan Terlambat 17 Persen

Selain menyoroti kualitas material, Mimik juga mempertanyakan perkembangan pengerjaan proyek yang dinilai belum sesuai target.

Berdasarkan keterangan saat sidak, progres pekerjaan berada di kisaran 50–58 persen. Sementara itu, tingkat keterlambatan yang sebelumnya dilaporkan sekitar 15 persen justru meningkat menjadi 17 persen.

“Yang kemarin saya ke sini 15 persen, sekarang malah tambah naik menjadi 17 persen,” menjadi penegasan Mimik saat mengevaluasi perkembangan pekerjaan.

Peningkatan keterlambatan tersebut dinilai membutuhkan langkah konkret dari pelaksana proyek. Penambahan tenaga kerja dan penerapan sistem kerja lembur menjadi opsi yang disoroti untuk mengejar ketertinggalan progres.

Meski demikian, percepatan pekerjaan harus tetap memperhatikan kualitas material, ketepatan metode pelaksanaan, serta standar keselamatan kerja.

Drainase dan Pemasangan Paving Jadi Sorotan

Persoalan lain yang ditemukan berkaitan dengan sistem drainase. Sejumlah saluran air dilaporkan tidak tersambung dengan saluran lama sehingga berpotensi menghambat aliran air.

Kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar sistem drainase dapat berfungsi optimal setelah proyek rehabilitasi selesai.

Pemasangan paving untuk peninggian jalan juga menjadi perhatian. Pekerjaan tersebut dinilai kurang presisi, sementara penguncian antarpaving disebut belum rapat.

Selain itu, peninggian jalan belum dilengkapi saluran air yang memadai di sisi kanan dan kiri. Kondisi ini dikhawatirkan memicu genangan karena posisi jalan lebih tinggi dibandingkan area lapak pedagang.

Mimik meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi sehingga pembangunan tidak justru menimbulkan masalah baru bagi para pedagang dan pengunjung pasar.

Perencanaan teknis, kemiringan permukaan, kualitas pemasangan paving, serta konektivitas saluran air harus menjadi perhatian agar fungsi drainase tetap berjalan dengan baik.

Inspektorat Diminta Tindak Lanjuti Temuan

Dalam sidak tersebut, Mimik turut didampingi Inspektorat. Temuan terkait dugaan ketidaksesuaian material dan pelaksanaan pekerjaan diminta segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prosedur pemeriksaan.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan pekerjaan rehabilitasi Pasar Taman dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta target waktu yang telah ditetapkan.

Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan progres fisik. Pemeriksaan kualitas material dan hasil pekerjaan juga penting agar pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi pedagang maupun masyarakat. (*).

Reporter : Tim Media – Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *