Suroto Ingin Kampung Literasi Tapak Kali Bendo Jadi Role Model Edukasi di Sidoarjo

SIDOARJO | JWI – Kampung Literasi Tapak Kali Bendo di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, diharapkan kembali berkembang menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat. Tim pengelola juga berharap kawasan tersebut dapat menjadi role model atau percontohan pengembangan kampung literasi di Kabupaten Sidoarjo.

Harapan itu disampaikan Suroto, selaku pengelola Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, saat diwawancarai Java Watch Indonesia pada Jumat (16/10/2026). Ia ingin keberadaan kampung literasi yang memiliki potensi edukasi, lingkungan, dan ekonomi kreatif tersebut kembali mendapat perhatian serta dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif.

Menurut Suroto, Kampung Literasi Tapak Kali Bendo tidak sekadar menjadi tempat untuk mengenalkan budaya membaca. Kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang pembelajaran di luar kelas, kegiatan komunitas, pelatihan keterampilan, hingga aktivitas edukatif yang melibatkan pelajar dan masyarakat.

“Harapan kami, Kampung Literasi Tapak Kali Bendo ini bisa kembali diangkat dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun kegiatan lainnya, termasuk ODL. Kami juga berharap kampung literasi ini dapat menjadi role model bagi pengembangan kampung literasi di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Suroto.

Ia berharap, melalui dukungan berbagai pihak dan keterlibatan masyarakat, Kampung Literasi Tapak Kali Bendo dapat kembali menjadi ruang belajar yang produktif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.

Berpotensi Menjadi Pusat Pembelajaran di Luar Ruang

Kampung Literasi Tapak Kali Bendo berada di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan. Kawasan ini memiliki potensi sebagai ruang pembelajaran berbasis lingkungan melalui penataan kawasan bantaran kali, penghijauan, serta berbagai aktivitas literasi dan kreativitas masyarakat.

Suasana kampung yang asri, dengan tanaman dalam pot yang tertata di sepanjang jalur, menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Kondisi tersebut berpotensi mendukung kegiatan pengenalan lingkungan, diskusi komunitas, kunjungan edukasi pelajar, maupun pembelajaran langsung di luar ruang kelas.

Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat dikembangkan adalah ODL. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan konsep pembelajaran, kebutuhan peserta, serta kesiapan fasilitas dan pengelola setempat.

Melalui kegiatan semacam itu, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat belajar dari lingkungan sekitar, mengenal kehidupan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

Lidah Buaya, Potensi Edukasi dan Ekonomi Kreatif

Selain memiliki potensi sebagai ruang literasi dan pembelajaran lingkungan, Kampung Literasi Tapak Kali Bendo juga dikenal dengan pengembangan tanaman lidah buaya atau aloe vera.

Tanaman tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman yang memiliki nilai tambah ekonomi. Pengembangannya dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, mulai dari budidaya tanaman, proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Potensi tersebut membuka peluang bagi Kampung Literasi Tapak Kali Bendo untuk mengintegrasikan kegiatan literasi dengan edukasi keterampilan dan pengenalan usaha berbasis potensi lokal.

Dengan demikian, konsep kampung literasi tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.

Tim Pengelola Berharap Menjadi Percontohan di Sidoarjo

Bagi tim Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, harapan menjadi role model di Kabupaten Sidoarjo merupakan dorongan untuk menghidupkan kembali berbagai potensi yang telah dimiliki kawasan tersebut.

Keinginan itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.

Suroto, yang juga merupakan salah satu jajaran pengurus Asosiasi Unggul Terampil Jaya (UTJ) Kabupaten Sidoarjo, berharap sinergi tersebut dapat membuka kesempatan bagi penyelenggaraan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, serta aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kampung literasi perlu diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Selain memperkuat budaya belajar, kegiatan yang diselenggarakan juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi warga.

Harapan menjadi percontohan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi tim pengelola untuk terus menjaga kebersihan, menata lingkungan, mengembangkan program yang relevan, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Menghidupkan Kembali Semangat Literasi Masyarakat

Upaya mengangkat kembali Kampung Literasi Tapak Kali Bendo bukan semata-mata memperkenalkan sebuah lokasi, melainkan juga menghidupkan semangat belajar, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kampung dapat menjadi ruang belajar yang bermakna apabila didukung program yang terarah, fasilitas yang memadai, dan partisipasi aktif masyarakat. Dari lingkungan sekitar, peserta dapat belajar tentang alam, budaya, keterampilan, kewirausahaan, serta pentingnya menjaga ruang publik.

Tim pengelola berharap Kampung Literasi Tapak Kali Bendo dapat kembali dimanfaatkan secara optimal dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan ruang edukasi berbasis potensi lokal.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Kampung Literasi Tapak Kali Bendo diharapkan tidak hanya dikenal karena suasananya yang hijau dan asri, tetapi juga karena kontribusinya dalam membangun budaya literasi, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong pemberdayaan ekonomi warga. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *