Bupati Merangin M. Syukur Salurkan Bantuan untuk 9 Keluarga Korban Kebakaran di Tunggul Bulin

BANGKO | JWI – Bupati Merangin, M. Syukur, menyalurkan bantuan kepada sembilan keluarga korban kebakaran rumah di Desa Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Jambi, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan penanganan pascabencana dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) itu menghanguskan sembilan unit rumah warga. Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Tunggul Bulin Nomor 474.1/167/DS-TB/2026, total kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Read More

Kunjungan Bupati M. Syukur didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. Kedatangannya disambut Camat Tabir Ilir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk unsur kepolisian dan TNI, para kepala desa, serta warga setempat.

Di hadapan warga terdampak, M. Syukur menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas musibah yang menyebabkan sembilan rumah terbakar tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin, kami turut berduka dan berempati atas musibah kebakaran rumah yang terjadi di Tabir Ilir ini sebanyak sembilan rumah,” ujar M. Syukur.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan langsung kondisi warga serta mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam masa pemulihan.

Bantuan kebutuhan dasar dan logistik pangan diserahkan untuk membantu meringankan beban keluarga terdampak. Pemerintah daerah juga mengoordinasikan keterlibatan sejumlah instansi agar penanganan pascabencana dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Bupati Minta Warga Waspadai Kebakaran Saat Kemarau

Dalam kesempatan itu, Bupati M. Syukur mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Desember.

Ia meminta masyarakat tidak membakar lahan, kebun, maupun hutan. Warga juga diimbau menunda pembakaran sampah rumah tangga karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko api menjalar.

“Untuk saat ini tidak boleh membakar kebun, membakar hutan. Jika perlu, sampah-sampah yang banyak menumpuk di rumah itu jangan dibakar dulu, karena dalam keadaan kering begini mudah sekali api tersulut,” tegasnya.

Selain mengingatkan bahaya pembakaran terbuka, Bupati meminta warga memeriksa kondisi kompor gas dan instalasi listrik di rumah masing-masing. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran serupa.

Libatkan Sejumlah OPD untuk Penanganan Pascabencana

Untuk mendukung penanganan pascakebakaran, Bupati turut melibatkan sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Koordinasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga, mulai dari layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pangan, hingga kemungkinan penanganan dan pemulihan rumah yang terdampak.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kebutuhan mendesak para korban tertangani serta membantu mereka secara bertahap dalam memulihkan kondisi kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Di akhir kunjungannya, M. Syukur mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Tunggul Bulin dalam menghadapi musibah. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan menjadi dukungan bagi keluarga terdampak untuk kembali menata kehidupan.

Kerugian Kebakaran Ditaksir Rp2 Miliar

Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Tunggul Bulin, sembilan kepala keluarga tercatat terdampak kebakaran. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Adapun kepala keluarga yang tercatat dalam laporan tersebut adalah:

  1. Amin.
  2. Aisah.
  3. Fahru Rozi.
  4. Hasiah.
  5. Saripah.
  6. Siandri.
  7. Alkomar.
  8. Syafriadi.
  9. Gum.

Besarnya kerugian tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan pascabencana. Dukungan pemerintah daerah, koordinasi lintas instansi, serta kepedulian masyarakat diharapkan dapat membantu para korban memenuhi kebutuhan mendesak dan menjalani proses pemulihan. (*).

Reporter: Afadal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *