Bupati Merangin M. Syukur Sosialisasikan Jamkesda untuk 18.000 Warga Kurang Mampu

BANGKO | JWI – Bupati Merangin M. Syukur menggelar silaturahmi sekaligus dialog tatap muka bersama masyarakat Kecamatan Tabir Selatan, Selasa (29/9/2026).

Pertemuan berlangsung di kediaman Yuli, warga Desa Sungai Sahut. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, serta puluhan warga setempat.

Dalam dialog tersebut, Bupati M. Syukur menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian warga adalah program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat miskin dan kurang mampu di Kabupaten Merangin.

Bupati M. Syukur menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Merangin pada 2026 telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada sekitar 18.000 warga kurang mampu.

Menurutnya, keberadaan program tersebut harus benar-benar diketahui masyarakat yang menjadi sasaran. Karena itu, ia meminta pemerintah desa dan kecamatan lebih aktif melakukan pendataan sekaligus sosialisasi.

“Sering kali saya temukan di rumah sakit, ada warga kurang mampu yang belum terdaftar jaminan kesehatan. Akibatnya mereka kesulitan biaya obat dan perawatan. Padahal kalau sudah ter-cover Jamkesda, seluruh biayanya ditanggung pemerintah,” ujar M. Syukur di hadapan warga.

Ia juga meminta pemerintah desa rutin memperbarui data masyarakat kurang mampu. Pembaruan data dinilai penting agar program jaminan kesehatan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Kita sudah gelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk 18.000 warga kurang mampu agar kesehatannya terjamin. Masalahnya, kadang data di desa tidak diperbarui. Saya minta aparat desa dan para camat, tolong ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” tegasnya.

M. Syukur juga mengimbau warga yang merasa memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, tetapi belum terdata, agar segera melapor kepada pemerintah desa.

Warga dapat mendatangi kantor desa dan menyampaikan kepada operator desa untuk diusulkan masuk dalam program Jamkesda.

“Kalau merasa memenuhi syarat tapi belum terdata, datang langsung ke kantor desa, minta dimasukkan melalui operator desa. Jika ada kendala atau tidak diakomodasi oleh desa, laporkan ke camat, atau bahkan bisa langsung WhatsApp ke saya,” tambahnya.

Bupati berharap program Jamkesda dapat menjangkau seluruh masyarakat kurang mampu di Kabupaten Merangin yang memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, warga tidak lagi terkendala persoalan biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan dan dapat memperoleh jaminan kesehatan secara lebih merata. (*).

Reporter: Afadal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *