SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Podbus Karnus pada Jumat (6/3/2026) pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut diawali dengan titik kumpul di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, sebelum rombongan memulai podcast dengan konsep unik menggunakan bus yang berkeliling sejumlah ruas jalan di Kota Sidoarjo.
Dalam sesi podcast tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo membahas berbagai isu penting, mulai dari kesehatan masyarakat, pola hidup sehat, pola makan seimbang, hingga pentingnya menjaga kesehatan lambung, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Selain membahas kesehatan, Mimik Idayana juga mengulas sejumlah program pembangunan daerah, termasuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan aduan masyarakat yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Ia mengungkapkan bahwa hampir setiap hari dirinya menerima berbagai laporan dari masyarakat, bahkan hingga malam hari.
“Setiap hari saya menerima laporan dari warga, bahkan sampai malam hari. Kadang baru bisa beristirahat dini hari, itupun hanya sebentar. Tujuan saya hanya satu, yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Mimik Idayana yang akrab disapa Mak Mimik.
Dalam menjalankan tugasnya, Wakil Bupati juga rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan dengan agenda yang cukup padat. Dalam satu hari, ia bisa mengunjungi empat hingga lima titik lokasi untuk memastikan pelayanan publik dan pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
Selain itu, Mak Mimik juga membuka kesempatan audiensi bagi masyarakat di Rumah Dinas Wakil Bupati, yang biasanya dilaksanakan setiap hari Selasa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima aspirasi masyarakat.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin harus mampu memberi teladan serta hadir di tengah masyarakat. Ia mengutip falsafah kepemimpinan Jawa yang sarat makna.
“Seorang pemimpin harus memiliki rasa handarbeni atau merasa memiliki terhadap daerah yang dipimpinnya. Seperti dalam falsafah Jawa: Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” jelasnya.
Momentum bulan Ramadan juga menjadi topik penting dalam diskusi tersebut. Perubahan pola makan dan aktivitas selama berpuasa, menurutnya, memerlukan penyesuaian agar tubuh tetap sehat.
Salah satu kebiasaan yang disoroti adalah pentingnya menjaga pola konsumsi saat menjelang waktu berbuka puasa, misalnya dengan mengonsumsi minuman manis hangat secara bijak untuk membantu tubuh beradaptasi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Podcast tersebut dipandu oleh host sekaligus Founder Karnus, Iwan Benny Purwowidodo, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dikenal sebagai peneliti di bidang pangan dan kesehatan.
Iwan Benny Purwowidodo juga dikenal sebagai penggagas Konsep Karnus, sebuah pendekatan kesehatan yang mempelajari cara kerja tubuh manusia mulai dari tingkat sel hingga sistem metabolisme secara menyeluruh.
Konsep tersebut menekankan pentingnya pola makan sehat, keseimbangan nutrisi, serta gaya hidup sehat sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh.
Dalam konsep tersebut juga dijelaskan bahwa banyak penyakit berawal dari gangguan sistem pencernaan, khususnya lambung, sehingga menjaga kesehatan lambung menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah berbagai penyakit.
Selain aktif di bidang kesehatan, Iwan juga kerap mengampanyekan pemanfaatan hasil pertanian sebagai sumber nutrisi kesehatan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan kekayaan pangan lokal Indonesia.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional guna mewujudkan ketahanan pangan hingga swasembada pangan.
Melalui kegiatan Podbus Karnus ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi yang seimbang, serta pemahaman tentang kesehatan pencernaan, khususnya selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Sesi podcast, Podbus Karnus memulai perjalanan dari Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo dengan rute berkeliling kota melewati Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, Jalan Pahlawan, kemudian berputar kembali melalui Jalan Ponti dan Jalan Pagerwojo, sebelum akhirnya finish di depan Monumen Jayandaru Sidoarjo.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 300 paket takjil berupa nasi dan minuman kepada masyarakat serta pengguna jalan yang melintas.
Dalam hitungan menit, seluruh paket takjil tersebut habis diserbu warga, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan sosial yang digelar dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan tersebut.(*).





