SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Kasiadi, korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo pada Jumat dini hari (6/3/2026).
Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah, Mimik Idayana mendatangi langsung rumah duka di Dusun Biru RT 09 RW 03, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Sabtu pagi (7/3/2026).
Almarhum Kasiadi diketahui merupakan seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidoarjo.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekannya di lingkungan tempat ia mencari nafkah.

Dalam kunjungan takziah tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo menyerahkan santunan dari dana pribadi serta memberikan bingkisan berupa paket sembako dan makanan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Hj. Mimik Idayana saat berada di rumah duka.
Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, almarhum meninggalkan seorang istri yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah akibat mengalami syok pascakejadian.

Hj. Mimik Idayana menjelaskan, kedatangannya selain untuk menyampaikan belasungkawa juga untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka. Ia juga menyebutkan bahwa keluarga almarhum memiliki hubungan dengan anggota Satpol PP Kabupaten Sidoarjo,yang rumahnya di Desa Sepande Kecamatan Candi.
“Saya datang memberikan support kepada keluarga. Ibunya saat ini sedang dirawat di rumah dan masih diinfus karena kondisi kesehatannya menurun. Anaknya yang tinggal di Sidoarjo hanya satu, sementara yang lain berada di Kalimantan dan belum bisa pulang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Mimik Idayana juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di kawasan Lingkar Timur yang kerap dilalui kendaraan berat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan perbaikan jalan secara bertahap, meskipun banyaknya titik kerusakan menjadi tantangan dalam proses penanganannya.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebenarnya sudah bekerja maksimal dalam melakukan perbaikan jalan. Namun karena banyaknya titik jalan berlubang, tentu semuanya membutuhkan proses,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan di kawasan Lingkar Timur salah satunya dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan besar dengan muatan berat yang melintas setiap hari.
“Di Lingkar Timur banyak kendaraan besar dengan muatan berat sehingga jalan lebih cepat mengalami kerusakan,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah pada tahun ini akan melanjutkan program pengecoran jalan tahap kedua yang didanai oleh pemerintah pusat.
“Insyaallah akan ada pengecoran tahap kedua, mulai dari titik pengecoran tahap pertama hingga ke kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo. Mudah-mudahan bisa segera dikerjakan,” pungkasnya. (*)





