Sekda Sidoarjo Sidak SPPG Banjarasri Tanggulangin, Pastikan Program MBG Sesuai SOP dan Standar Gizi

SIDOARJO | JWI – Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, SKM, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (13/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kualitas gizi, kebersihan dapur, hingga ketepatan porsi makanan bagi ribuan siswa penerima manfaat.

Sidak dilakukan menyusul adanya laporan ketidaksesuaian di sejumlah dapur SPPG di daerah lain. Karena itu, Sekda Fenny ingin memastikan secara langsung kesiapan operasional SPPG Banjarasri yang dinilai menjadi salah satu dapur representatif di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kunjungan itu, Sekda Fenny didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Puskesmas Tanggulangin, serta pengawas SPPG.

Selama peninjauan, Sekda memeriksa berbagai aspek operasional dapur, mulai dari kebersihan ruangan, peralatan memasak, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan makanan, sistem pengemasan, hingga kesiapan distribusi makanan kepada siswa.

Hasil sidak menunjukkan kondisi dapur SPPG Banjarasri dinilai cukup baik dan memenuhi standar yang berlaku. Fasilitas dapur terlihat luas, tertata rapi, serta memiliki alur kerja yang sesuai SOP.

Baca Juga :  Lingkar Timur Hancur, Anggaran Lambat Cair? Wabup Sidoarjo Gandeng CSR Demi Kejar Target Lebaran

“Secara umum sudah baik. Kebersihan terjaga, penataan peralatan rapi, dan proses kerja juga sudah sesuai standar,” ujar Sekda Fenny saat melakukan peninjauan.

Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi porsi makanan agar tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, pengelola dapur juga diminta memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengurangi kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Sekda Fenny juga menyoroti aspek pengemasan makanan. Menurutnya, pengemasan yang baik dan aman sangat penting untuk menjaga kualitas makanan selama proses distribusi.

“Pengemasan yang rapi dan higienis tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga dapat meningkatkan selera makan anak-anak serta menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, Program MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran dapur SPPG membuka peluang kerja baru dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala SPPG Banjarasri, Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem pengawasan berlapis guna menjaga kualitas pelayanan dan keamanan pangan.

Baca Juga :  Semarak Hari Kartini 2026, SDN Sidodadi Gelar Beragam Lomba, Niluh Jani Surya Raih Juara I Puisi

Menurutnya, seluruh proses produksi diawasi langsung oleh petugas lapangan (aslap) serta didukung pemantauan CCTV di sejumlah titik penting di area dapur.

“Pengawasan dilakukan secara langsung dan juga melalui CCTV, sehingga pengendalian operasional bisa dipantau dari dapur maupun kantor,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, setiap hari SPPG Banjarasri menyiapkan sekitar 2.200 paket makanan untuk siswa di 18 lembaga pendidikan di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya.

Pihaknya juga menaruh perhatian besar terhadap ketepatan waktu distribusi agar makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi saat diterima siswa.

“Langkah pembenahan terus dilakukan agar seluruh unit dapat beroperasi optimal sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional,” pungkasnya.

Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh dapur SPPG mampu menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan standar pemenuhan gizi secara konsisten sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda. (Tim).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *