Bupati M. Syukur Buka STBM 5 Pilar, Tegaskan Sanitasi dan Kesehatan Tanggung Jawab Bersama

BANGKO | JWI – Pemerintah Kabupaten Merangin memperkuat komitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi masyarakat melalui penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi, Penguatan Komitmen, Penandatanganan Komitmen Bersama, serta Penyusunan Rencana Tindak Lanjut STBM 5 Pilar yang digelar di Aula Hotel Family Inn Bangko, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dibuka Bupati Merangin M. Syukur, didampingi Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni dan Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Lavita Syukur. Turut hadir jajaran kepala OPD, camat, kepala puskesmas, kepala desa dan lurah.

Dalam arahannya, M. Syukur menegaskan bahwa keberhasilan STBM tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari berbagai sumber penyakit.

Lima pilar STBM meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.

“Isu kesehatan dan sanitasi lingkungan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata. Pola hidup bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama. Menjaga lingkungan, pola hidup, hingga sanitasi yang baik harus dimulai dari kesadaran diri sendiri,” ujar M. Syukur.

Bupati juga menyoroti masih ditemukannya praktik buang air besar ke aliran drainase di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber kuman dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

Karena itu, M. Syukur meminta para camat lebih aktif menjalankan fungsi koordinasi dan pengawasan di wilayah masing-masing. Camat tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan administratif, tetapi juga harus memahami berbagai persoalan sosial, lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Camat adalah pimpinan wilayah. Apa pun yang terjadi di kecamatan, baik isu lingkungan, sosial hingga kesehatan masyarakat, itu menjadi tanggung jawab camat. Sering-seringlah turun dan duduk bersama tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi serta mencari solusi atas persoalan warga,” tegasnya.

M. Syukur mengapresiasi Dinas Kesehatan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan program STBM tersebut. Ia berharap penandatanganan komitmen bersama dan penyusunan rencana tindak lanjut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Dengan sinergi seluruh pihak, kita berharap Kabupaten Merangin semakin sehat, bersih, dan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga sanitasi serta lingkungan,” pungkasnya. (*).

Reporter: Afadal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *