BANGKO | JWI – Bupati Merangin H. M. Syukur didampingi Wakil Bupati H. A. Khafid membuka Lubuk Larangan Desa Telun, Kecamatan Nalo Tantan, Rabu (2/9/2026). Tradisi masyarakat tersebut berlangsung meriah dengan hasil tangkapan didominasi satu jenis ikan, yakni ikan juaro.
Pembukaan Lubuk Larangan ditandai dengan pelemparan jala oleh Bupati M. Syukur yang didampingi Wabup A. Khafid. Aksi tersebut menjadi perhatian warga karena bupati sempat basah kuyup saat menjala ikan di sungai.

Meski demikian, jala yang ditebarkan berhasil menangkap sejumlah ikan dan menambah kemeriahan tradisi yang telah lama dijaga masyarakat Desa Telun tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur mengatakan pembukaan Lubuk Larangan Desa Telun menjadi pengalaman pertama baginya sejak menjabat sebagai Bupati Merangin. Ia mengapresiasi masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal.
“Lubuk larangan merupakan tradisi masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjaga ekosistem sungai, lubuk larangan juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati M. Syukur, dibenarkan Wabup A. Khafid.

Bupati menambahkan, setelah panen ikan selesai dilakukan, Pemerintah Desa Telun dapat mengajukan bantuan bibit ikan kepada Dinas Perikanan Kabupaten Merangin untuk kembali mengembangkan populasi ikan di lubuk tersebut.
Selain itu, Bupati M. Syukur menegaskan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Telun dan wilayah sekitarnya akan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Merangin pada tahun anggaran 2027.
Pernyataan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Warga berharap peningkatan infrastruktur jalan dapat memperlancar akses dan mendorong aktivitas perekonomian masyarakat Desa Telun dan wilayah sekitarnya.
Tidak hanya membuka Lubuk Larangan, Bupati M. Syukur bersama Wabup A. Khafid juga menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pembangunan masjid di Desa Telun.
Sementara itu, Camat Nalo Tantan, Ny Anggi Sukoso, mengatakan masyarakat di wilayahnya dikenal memiliki semangat gotong royong yang kuat, terutama dalam menjaga kebersamaan serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Merangin atas perhatian yang diberikan kepada Kecamatan Nalo Tantan, termasuk rencana pembangunan rumah dinas camat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati yang akan membangun rumah dinas camat di Kecamatan Nalo Tantan ini,” ujar Ny Anggi, yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Terpisah, Kepala Desa Telun, Amir Badaruddin, menjelaskan pembukaan Lubuk Larangan bukan sekadar kegiatan panen ikan, tetapi juga menjadi pesta rakyat sekaligus bentuk gotong royong masyarakat untuk mendukung pembangunan di desa.
Menurut Amir, Lubuk Larangan Desa Telun telah ditutup selama lima tahun sebelum akhirnya dibuka kembali untuk masyarakat.
“Lubuk larangan ini sudah lima tahun, baru kali ini kami buka. Mudah-mudahan hasil tangkapan ikannya banyak. Pembukaan lubuk larangan ini merupakan pesta masyarakat Telun,” ungkap Amir.
Hasil penjualan ikan dari pembukaan Lubuk Larangan tersebut, lanjut Amir, akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan masjid di Desa Telun.
Kegiatan pembukaan Lubuk Larangan Desa Telun berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tradisi yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sungai itu diharapkan terus terjaga sebagai warisan kearifan lokal masyarakat Desa Telun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Merangin Sukoso, Asisten II Setda Merangin Agus Salim, Kepala Dinas Perikanan Dedi Darmantias, Kepala Dinas Kominfo Akhoi, Kalak BPBD M. Sairi, Direktur PDAM Antoni, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Nana, Sekretaris Dinas Kominfo Teguh, serta sejumlah pejabat lainnya. (*).
Reporter: Afadal





