Bupati M. Syukur Perkuat Dinas Lingkungan Hidup Merangin dengan Anggaran dan Armada Kebersihan

BANGKO | JWI – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kabupaten Merangin yang bersih, sehat, dan tertata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan anggaran serta penambahan sarana dan prasarana operasional bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Hal itu disampaikan M. Syukur saat memberikan arahan dalam peluncuran program Bank Sampah dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Sabtu (15/8/2026).

Read More

Bupati mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan dukungan maksimal terhadap kebutuhan DLH, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kebersihan.

“Tidak ada satu pun yang diminta oleh Dinas LH yang tidak dipenuhi. Itu karena saya ingin kota ini bersih, Merangin ini bersih,” ujar M. Syukur.

Menurutnya, keindahan dan kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun daerah yang nyaman bagi masyarakat. Ia juga mengaku terinspirasi dari pengelolaan kebersihan di sejumlah negara yang pernah dikunjunginya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Merangin menyiapkan tambahan armada dan peralatan operasional untuk DLH. M. Syukur menyebut, dua unit kendaraan operasional telah dibeli dan tiga unit kendaraan berkapasitas besar akan kembali dialokasikan melalui APBD Perubahan.

“Sekarang itu tidak ada lagi pembelian mobil dinas, tapi khusus untuk LH saya perbolehkan. Kemarin kita beli dua lagi mobil dinas untuk LH. Di APBD Perubahan ini kurang lagi mobilnya, kita belikan tiga unit mobil yang besar. Nilainya satu mobil Rp1,3 miliar,” katanya.

Selain kendaraan, pemerintah daerah juga akan menambah alat berat berupa beko loader, armada Amroll, serta 19 unit sepeda motor roda tiga yang nantinya dibagikan kepada kelurahan untuk mendukung pengelolaan dan pengangkutan sampah.

Namun, Bupati menegaskan bahwa dukungan pemerintah berupa anggaran dan fasilitas tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, menjadi pelopor gerakan kebersihan melalui pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing.

“Begitu manjanya pemerintah terhadap masyarakat agar kota ini bersih. Itu pun masih sulit terwujud. Maka itu, ibu-ibu jadilah pelopor. Walaupun berada di lingkungan yang kecil, bank sampah ini bisa menjadi contoh buat orang banyak,” pungkasnya.

Program Bank Sampah diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi. (*).

Reporter: Afadal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *