PASURUAN | JWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus mendorong peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD Bangil. Penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari strategi pengembangan pelayanan kesehatan di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo saat mengikuti sesi wawancara pimpinan dalam rangkaian penilaian dan evaluasi akreditasi RSUD Bangil oleh tim surveyor Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan berlangsung secara daring dari Gedung Manajemen RSUD Bangil, Rabu (19/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rusdi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, Dewan Pengawas, serta jajaran manajemen RSUD Bangil yang dipimpin Plt. Direktur RSUD Bangil dr. Tri Dinar Herturini.
Rusdi mengatakan, RSUD Bangil tidak hanya diposisikan sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Keberadaan RSUD Bangil tidak hanya diarahkan sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Rusdi saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/8/2026).
Menurut Rusdi, peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi SDM. Karena itu, Pemkab Pasuruan terus mendorong pengembangan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus memastikan kebutuhan rumah sakit dipenuhi berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“RSUD Bangil ini semakin hari semakin baik pelayanannya. Ini sejalan dengan upaya kita memberikan layanan kesehatan yang prima dan mendukung operasional Puskesmas 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah menerapkan pendekatan dari bawah atau bottom-up dalam menentukan kebutuhan rumah sakit, baik terkait sarana dan prasarana maupun tenaga kesehatan.
Dukungan anggaran, lanjutnya, juga terus dioptimalkan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Selain itu, sistem rekrutmen tenaga medis mulai tahun ini akan diarahkan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Menurut Rusdi, mekanisme tersebut diharapkan dapat menciptakan proses seleksi yang lebih profesional, transparan, dan berbasis kompetensi.
Integrasi Digital
Pemkab Pasuruan juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan RSUD Bangil. Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD Bangil secara real-time dengan Command Center Layanan Pasuruan Satu Data.
Integrasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk memantau ketersediaan tempat tidur, tren penyakit, sistem rujukan kegawatdaruratan, hingga pergerakan ambulans melalui teknologi GPS.
Menurut Rusdi, digitalisasi diharapkan tidak hanya mempercepat proses pengambilan keputusan, tetapi juga meningkatkan transparansi, efektivitas pelayanan, serta aspek keselamatan pasien.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Bangil dr. Tri Dinar Herturini mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan tata kelola rumah sakit. Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah mewujudkan RSUD Bangil menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Kami terus melakukan pembenahan tata kelola rumah sakit. Salah satunya adalah mempersiapkan RSUD Bangil menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi,” kata Tri Dinar.
Upaya pencegahan gratifikasi juga diperkuat melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP). Di sisi pelayanan, rumah sakit mempertahankan dan mengembangkan sejumlah layanan yang ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Di antaranya layanan ambulans darurat, Jelita Siaga, mobil jenazah untuk wilayah Pasuruan, serta fasilitas pengantar Si Muter.
Pada sektor farmasi, RSUD Bangil juga mulai mengembangkan digitalisasi resep melalui sistem auto-pilot. Sistem tersebut diarahkan untuk mempersempit peluang terjadinya penyimpangan sekaligus memperkuat mekanisme pencegahan fraud dalam pelayanan obat.
Berbagai pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Bangil membangun pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kepuasan masyarakat, tetapi juga mengedepankan keselamatan pasien, transparansi, dan akuntabilitas.
Pemkab Pasuruan berharap sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Pengawas, dan manajemen RSUD Bangil dapat mempercepat peningkatan kualitas rumah sakit secara berkelanjutan.
Dengan penguatan tata kelola, SDM, layanan, serta transformasi digital tersebut, masyarakat Kabupaten Pasuruan diharapkan memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin profesional, aman, berkualitas, dan mudah diakses. (*)
Reporter : Afandi.





