Mimik Idayana Dorong 8 Finalis Duta Budaya Jatim 2026 Asal Sidoarjo Lestarikan Budaya dan Berdayakan UMKM

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, mendorong delapan finalis asal Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pemilihan Narapati Kencana Duta Budaya Jawa Timur 2026 untuk melanjutkan prestasi dengan aksi nyata dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan saat menerima audiensi para finalis sekaligus melakukan pengambilan video pemberian apresiasi di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Rabu (14/10/2026).

Ajang Pemilihan Narapati Kencana Duta Budaya Jawa Timur 2026 diikuti 109 peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 30 peserta terpilih sebagai finalis, termasuk delapan perwakilan Kabupaten Sidoarjo dari total 11 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

Salah satu prestasi tertinggi diraih Neta Tabhita Partika dari Kecamatan Candi yang berhasil meraih juara pertama. Capaian tersebut melengkapi prestasi peserta Sidoarjo lainnya dalam berbagai kategori, mulai dari ekonomi kreatif, advokasi, inteligensia, karya tulis, hingga peragaan busana.

Delapan peserta yang terpilih sebagai finalis beserta capaian masing-masing meliputi Neta Tabhita Partika dari Kecamatan Candi sebagai juara pertama; M. Rasya Islami dari Kecamatan Waru pada kategori Ekonomi Kreatif; Azzahra Andaya Kurnia Putri dari Kecamatan Taman pada kategori Advokator; serta Ahmad Yusron dari Kecamatan Candi pada kategori Inteligensia.

Prestasi lainnya diraih Alivia Fadila Putri Husnik dari Kecamatan Waru untuk Peragaan Busana Terbaik dan Best Supporter; Natasya Pratama Rullinda dari Kecamatan Candi untuk Karya Tulis Terbaik; Malvino Revan Wikinanda dari Kecamatan Banjarbendo untuk Busana Terbaik; serta M. Fa’iq Aulia Farras dari Kecamatan Candi untuk Peragaan Busana Terbaik.

Finalis Didorong Hadir di Tengah Masyarakat

Dalam audiensi tersebut, para finalis turut memaparkan gagasan dan program advokasi yang mereka usung. Sejumlah gagasan berkaitan dengan pelestarian seni sinden, penguatan UMKM berbasis budaya, pengembangan wisata budaya melalui digitalisasi, hingga regenerasi perajin dan pembatik muda Batik Jetis.

Mimik Idayana mengapresiasi prestasi tersebut dan mengingatkan bahwa penghargaan dalam kompetisi harus menjadi awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia mendorong para finalis memanfaatkan kemampuan, kreativitas, dan jaringan yang dimiliki untuk membantu pelaku usaha lokal, khususnya yang masih menghadapi kendala dalam memasarkan produk secara digital.

Menurutnya, pendampingan dapat dilakukan melalui promosi di media sosial, pengembangan kemasan produk, serta pengenalan produk kepada pasar yang lebih luas. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Pesan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan langsung generasi muda, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial atau berhenti setelah memperoleh penghargaan.

Budaya Lokal Perlu Dikemas Kreatif

Mimik juga mendorong para finalis untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Sidoarjo melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Sejumlah potensi yang dapat dikembangkan antara lain Batik Jetis, seni karawitan, seni sinden, wisata religi, serta berbagai destinasi wisata daerah.

Menurutnya, pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan promosi budaya sekaligus menarik minat generasi muda agar lebih mengenal warisan daerahnya.

Dalam pesan yang disampaikan melalui rekaman video, Mimik mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Sidoarjo, untuk terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan.

“Saya Mimik Idayana, mengajak arek-arek Sidoarjo untuk terus mendukung potensi generasi muda dalam melestarikan budaya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.

“Terus berkarya, terus berinovasi, dan banggalah dengan budaya kita. Karena budaya Jawa Timur adalah identitas kita, dan masa depannya ada di tangan generasi muda,” pesannya.

Seleksi Duta Budaya Uji Beragam Kemampuan

Pemilihan Narapati Kencana Duta Budaya Jawa Timur 2026 dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemberkasan, tes tertulis pengetahuan budaya Jawa Timur, diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), hingga wawancara.

Peserta juga menjalani masa karantina yang meliputi pidato kebudayaan, penampilan bakat, wawancara mendalam, serta penilaian kepribadian dan keseharian. Pada babak grand final, peserta mengikuti pidato advokasi, sesi tanya jawab, dan pembahasan mosi kebudayaan.

Rangkaian seleksi tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap wawasan budaya, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kesiapan peserta menjalankan peran sebagai duta budaya.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong agar prestasi para finalis berlanjut menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dunia pendidikan, generasi muda, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sidoarjo. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *