SIDOARJO | JWI – Kepedulian terhadap sejarah dan warisan budaya lokal ditunjukkan lima siswa kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo melalui kegiatan penelusuran sejarah di Situs Sendang Agung, Kelurahan Urang Agung, Kecamatan Sidoarjo, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sejarah sekaligus upaya mengenalkan potensi sejarah lokal kepada generasi muda.
Kelima siswa yang tergabung dalam Kelompok 7 itu memilih Sendang Agung sebagai objek penelitian karena tertarik mengungkap sejarah situs yang berada di lingkungan masyarakat Sidoarjo tersebut.
Mereka adalah Nazwa Arsy Syabani yang akrab disapa Awa, Vilena Sahlwa Az Syafarany Urifan, Zaskia Kurnia Putri Febrianti, M. Bima Abiyasa, dan M. Rafansyah Jabbar Putra Budiharto.
Penelusuran dilakukan sebagai bagian dari tugas mata pelajaran Sejarah yang mendorong siswa mengenali, mengamati, dan mempelajari peninggalan sejarah tradisional di lingkungan sekitar.
Dalam wawancara dengan javawatchindonesia di lokasi, Awa bersama rekan-rekannya mengungkapkan bahwa ketertarikan terhadap Sendang Agung berawal dari rasa penasaran. Mereka kerap melintasi kawasan tersebut dan melihat tulisan Sendang Agung, hingga akhirnya terdorong mencari tahu lebih jauh mengenai keberadaan situs itu.
“Setiap hari lewat, Pak. Karena ada tulisan Sendang Agung, saya penasaran apakah benar ada Sendang Agung di sini atau tidak. Akhirnya saya memilih tempat ini sebagai objek penelitian,” ungkap salah seorang siswa.
Bagi mereka, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi upaya menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan warisan budaya yang ada di daerah sendiri.

Melalui penelusuran itu, para siswa berharap masyarakat, khususnya kalangan pelajar, semakin mengenal keberadaan Situs Sendang Agung dan memiliki ketertarikan untuk mempelajari sejarah lokal.
Ajak Generasi Muda Tidak Melupakan Sejarah
Para siswa menilai pelestarian budaya membutuhkan kepedulian bersama agar peninggalan sejarah tidak terabaikan di tengah perkembangan zaman dan pesatnya penggunaan teknologi digital.
Mereka mengingatkan bahwa generasi muda tidak seharusnya hanya terpaku pada penggunaan telepon seluler, tetapi juga perlu meluangkan waktu untuk mengenal sejarah, tradisi, dan situs budaya di lingkungan tempat tinggalnya.
“Jangan sampai kita hanya kecanduan HP. Kita juga harus memahami situs-situs budaya yang sudah ada di wilayah Sidoarjo, agar budaya ini tidak terlupakan dan bisa diteruskan oleh generasi berikutnya,” demikian pesan yang disampaikan para siswa dalam wawancara tersebut.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Pengenalan sejarah sejak bangku sekolah dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab generasi muda terhadap peninggalan masa lalu.
Pembelajaran Sejarah di Luar Kelas
Penelusuran Situs Sendang Agung juga menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan. Dengan mendatangi lokasi, siswa berkesempatan mengembangkan rasa ingin tahu, menggali informasi, serta memahami keterkaitan antara sejarah dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik sekaligus membangun kesadaran bahwa pelestarian warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemerhati sejarah, melainkan juga memerlukan partisipasi masyarakat, termasuk pelajar.
Penelusuran yang dilakukan lima siswa SMA Negeri 4 Sidoarjo tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan potensi sejarah lokal kepada masyarakat luas. Semangat mereka diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya agar lebih peduli terhadap peninggalan sejarah dan turut menjaga warisan budaya Sidoarjo.
Dengan mengenal sejarah daerahnya sendiri, generasi muda diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya sehingga identitas dan kekayaan sejarah lokal tetap dikenal serta dihargai sepanjang masa. (*).
Reporter : Sugi.





