BANGKO | JWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin menegaskan komitmennya menjaga kelestarian kawasan Geopark Merangin dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Rabu (15/7/2026).
Rakor yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin itu dipimpin Bupati Merangin M. Syukur dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait.

Dalam arahannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan dan aset daerah dari kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama di kawasan Geopark Merangin yang memiliki nilai geologi dan sejarah tinggi.
“Pemkab Merangin bersama tim lintas sektor berkomitmen penuh memberantas aktivitas PETI, terutama di kawasan Geopark, aset milik pemerintah daerah, dan seluruh kawasan wisata,” tegas M. Syukur.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Merangin menyiapkan langkah penanganan yang mengombinasikan penegakan hukum dengan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Pada aspek penegakan hukum, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan aparat TNI dan Polri melalui pengawasan intensif serta patroli rutin di sejumlah titik yang rawan aktivitas PETI, khususnya di kawasan Geopark.
Tim gabungan juga akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam pertambangan ilegal, baik pelaku di lapangan maupun pihak yang diduga menjadi pemodal.
Selain penindakan, Pemkab Merangin juga mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk PETI terhadap lingkungan dan keberlangsungan Geopark Merangin.

Pemerintah menilai penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas ilegal berpotensi mencemari sungai, merusak ekosistem, serta mengancam keberadaan situs fosil purba yang menjadi kekayaan geologi dan daya tarik utama Geopark Merangin.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Pemkab Merangin berharap aktivitas PETI dapat ditekan sehingga kelestarian Geopark Merangin sebagai warisan dunia tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*).
Reporter: Afadal





