SIDOARJO | JWI – Pengembangan tanaman herbal kumis kucing mulai mendapat perhatian sebagai salah satu potensi pertanian lokal di Kabupaten Sidoarjo. Ummu Haidar, Owner Kopi Lewung Robusta, meninjau langsung budidaya tanaman tersebut di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ummu Haidar melihat secara langsung pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya ditanami singkong, kemudian dikembangkan untuk budidaya tanaman kumis kucing. Peninjauan ini menjadi kesempatan untuk melihat potensi tanaman herbal sekaligus pemanfaatan lahan agar lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi.
“Saya hadir secara langsung di lokasi tanaman kumis kucing. Ini salah satu pengalaman saya melihat bagaimana lahan yang awalnya ditanami singkong, sekarang dijadikan lahan untuk budi daya tanaman kumis kucing. Di samping itu, kumis kucing juga bisa dimanfaatkan,” ungkap Ummu Haidar saat dimintai keterangan oleh awak media.
Menurutnya, pengembangan tanaman herbal lokal perlu mendapat perhatian agar potensi sumber daya alam di lingkungan masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain budidaya, pengelolaan tanaman juga perlu memperhatikan perawatan, pemanenan, hingga pengolahan hasil agar memiliki nilai tambah.

Yanto Manfaatkan Lahan untuk Beragam Komoditas Pertanian
Usai meninjau tanaman kumis kucing, Ummu Haidar berbincang dengan Yanto, pemilik lahan pertanian yang mengelola area tersebut. Dalam perbincangan itu, Yanto menceritakan perjalanan pemanfaatan lahan yang sebelumnya ditumbuhi banyak pepohonan hingga tampak seperti hutan.
Yanto kemudian berupaya memanfaatkan lahan tersebut menjadi area pertanian produktif. Tidak hanya untuk budidaya kumis kucing, lahan itu juga dibagi ke dalam sejumlah petak yang dapat ditanami berbagai komoditas, seperti padi, jagung, bengkuang, kacang hijau, dan pisang.
Keberagaman tanaman tersebut menjadi salah satu upaya Yanto dalam memanfaatkan lahan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi. Dengan mengembangkan beberapa jenis komoditas, lahan pertanian tersebut tidak hanya berfokus pada satu jenis tanaman, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih beragam.
Bagi Yanto, kesempatan menggarap lahan tersebut menjadi hal yang patut disyukuri. Ia menuturkan, hasil dari pengelolaan lahan pertanian turut mendukung kebutuhan keluarganya, termasuk pendidikan anaknya yang berhasil melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi.
Anaknya mengambil jurusan manajemen dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada November 2026.
Yanto berharap ilmu yang diperoleh anaknya kelak dapat diterapkan untuk mengelola berbagai potensi yang ada melalui inovasi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia juga berharap potensi pertanian yang dikembangkan saat ini dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih baik pada masa mendatang.

Potensi Tanaman Herbal dan Pertanian Produktif
Pengembangan tanaman kumis kucing di Desa Wonokupang menjadi bagian dari upaya pemanfaatan potensi lokal yang dapat berjalan berdampingan dengan komoditas pertanian lainnya.
Tanaman kumis kucing dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan masyarakat. Namun, pengembangannya tetap memerlukan budidaya yang tepat, pengolahan yang baik, serta informasi mengenai manfaat dan keamanan produk yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemanfaatan lahan secara produktif juga membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan agar kegiatan pertanian dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui peninjauan tersebut, potensi budidaya kumis kucing di Wonokupang diharapkan semakin dikenal. Di sisi lain, pengalaman Yanto dalam memanfaatkan lahan untuk beragam komoditas memperlihatkan bagaimana sektor pertanian dapat menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga apabila dikelola secara produktif. (*)
Reporter: JWI





