SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP. memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) pekerjaan di lapangan yang beredar di sejumlah media.
Mimik menegaskan, dalam pelaksanaan sidak tersebut dirinya telah menyampaikan sejumlah pertanyaan kritis kepada pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan. Pertanyaan itu antara lain menyangkut progres pekerjaan, potensi keterlambatan, ketersediaan material, tenaga kerja, peralatan hingga langkah percepatan pekerjaan.
Menurut Mimik, tidak seluruh proses dialog dan pertanyaan yang disampaikan selama sidak dapat terliput dalam pemberitaan, Senin (5/10/2026).
“Seluruh pertanyaan kritis terkait progres pekerjaan, keterlambatan, material, tenaga kerja, alat, serta langkah percepatan sudah saya tanyakan langsung saat sidak. Hanya saja, tidak semua proses dan pertanyaan tersebut terliput oleh media,” ujar Mimik dalam keterangannya.
Mimik juga menanggapi pemberitaan yang menggambarkan dirinya seolah-olah sedang marah-marah ketika melakukan sidak.
Ia mengakui gaya komunikasinya yang spontan dan ceplas-ceplos terkadang dapat menimbulkan kesan berbeda apabila hanya dilihat dari potongan peristiwa atau pemberitaan tertentu.
“Saya menyadari gaya bicara saya memang ceplas-ceplos dan spontan, sehingga dalam beberapa pemberitaan mungkin terlihat atau terkesan seperti sedang marah-marah. Padahal yang saya lakukan adalah memastikan persoalan di lapangan benar-benar ditanyakan dan mendapat penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mimik menegaskan bahwa pelaksanaan sidak tidak berhenti pada penyampaian teguran atau pertanyaan di lokasi pekerjaan.
Setelah kegiatan tersebut, ia mengaku telah menyusun laporan hasil sidak yang ditujukan kepada Bupati Sidoarjo. Laporan tersebut juga ditembuskan kepada Inspektorat, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), serta dinas terkait sebagai bahan tindak lanjut dan pengawasan.
“Setelah sidak saya tidak berhenti pada teguran di lapangan. Saya sudah membuat laporan hasil sidak yang ditujukan kepada Bapak Bupati Sidoarjo, dengan tembusan kepada Inspektorat, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), dan dinas terkait,” katanya.
Menurut Mimik, laporan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan hasil sidak tidak berhenti sebagai kegiatan pengawasan di lapangan, tetapi dilanjutkan dengan proses administrasi, evaluasi dan pengawasan oleh perangkat daerah terkait.
“Bagi saya sidak bukan sekadar datang dan menegur, tetapi harus ada catatan, laporan, tindak lanjut, dan pengawasan agar pekerjaan benar-benar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan hasil terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.
Klarifikasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa perhatian Wakil Bupati Sidoarjo dalam setiap sidak tidak hanya tertuju pada kondisi pekerjaan secara fisik, tetapi juga pada progres, kendala pelaksanaan, tanggung jawab pihak pelaksana serta mekanisme tindak lanjut setelah ditemukan persoalan di lapangan.
Dengan adanya laporan hasil sidak kepada Bupati Sidoarjo dan tembusan kepada perangkat pengawasan serta dinas terkait, hasil pengawasan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (*).
Reporter : Tim





