SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP. turun langsung menindaklanjuti persoalan TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, yang menjadi sorotan setelah gedung sekolah tersebut dibongkar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Mimik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Desa Karangpuri, Jumat (28/8/2026). Ia meninjau kondisi tempat belajar sementara sekaligus berdialog dengan Kepala Desa Karangpuri Reni Susilowati serta pihak sekolah.
Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo itu merupakan respons atas informasi mengenai kondisi TK DWP Karangpuri yang ramai diperbincangkan di media sosial sejak 24 Agustus 2026.
Gedung sekolah sebelumnya telah dibongkar pada Desember 2025. Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar berlangsung di ruang Balai Desa dengan kondisi yang dinilai belum ideal untuk menunjang aktivitas pendidikan anak usia dini.
Usai melihat langsung kondisi di lapangan, Mimik menegaskan Pemkab Sidoarjo akan mencari solusi agar peserta didik TK DWP Karangpuri dapat kembali memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih layak.
“Yang penting ada solusinya. Nanti kita koordinasikan dengan pemerintah daerah bagaimana pembangunannya. Memang ini yayasan, tapi tetap akan kita pikirkan bersama,” ujar Mimik.

Disiapkan Lahan untuk Gedung Baru
Mimik juga melihat langsung lahan yang disiapkan untuk pembangunan gedung sekolah baru. Lahan tersebut memiliki ukuran sekitar 10 x 22 meter dan dinilai lebih representatif karena lokasinya berada lebih dekat dengan permukiman warga.
Menurutnya, persoalan fasilitas pendidikan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih menyangkut kenyamanan anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Pemerintah daerah, kata Mimik, akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk menentukan skema penyelesaian pembangunan gedung tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Karangpuri, Reni Susilowati, menjelaskan pemindahan kegiatan belajar mengajar dilakukan berdasarkan kesepakatan karena gedung lama harus dikosongkan untuk kepentingan pembangunan KDMP.
Namun, hingga kini gedung pengganti untuk TK DWP Karangpuri belum terealisasi.

Ruang Belajar Menyempit
Guru TK DWP Karangpuri, Nur Aini, mengungkapkan kondisi ruang belajar sementara membuat aktivitas anak-anak menjadi kurang optimal.
Ruang yang sebelumnya berukuran sekitar 6 x 5 meter, kini hanya sekitar 3 x 5 meter. Keterbatasan tersebut juga berdampak pada aktivitas bermain anak.
Sejumlah fasilitas permainan, seperti jungkat-jungkit dan perosotan, bahkan tidak dapat dipindahkan ke lokasi sementara karena keterbatasan tempat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo. Mimik memastikan persoalan TK DWP Karangpuri tidak berhenti sebatas polemik di media sosial, tetapi akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait.
Pemkab Sidoarjo berharap solusi pembangunan gedung baru dapat segera ditemukan sehingga TK DWP Karangpuri memiliki fasilitas pendidikan yang lebih representatif dan kegiatan belajar mengajar anak-anak kembali berlangsung secara nyaman dan layak. (*).
Reporter: Tim JWI





