Wisata Bahari Tlocor Kian Sepi, Saksi Sejarah Pulau Lusi Ungkap Perjalanan hingga Harapan Kebangkitan Wisata Jabon

SIDOARJO | JWI – Wisata Bahari Tlocor di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menyimpan jejak sejarah lahirnya Pulau Lusi yang kini dikenal sebagai kawasan konservasi mangrove sekaligus destinasi wisata bahari. Namun, di balik nilai sejarah dan potensi besarnya, geliat wisata yang sempat menjadi andalan masyarakat pesisir itu kini terus mengalami penurunan.

Pulau Lusi sendiri terbentuk dari hasil sedimentasi material lumpur pengerukan Sungai Porong yang kemudian berkembang menjadi daratan baru. Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut ditata menjadi destinasi ekowisata yang pernah menjadi salah satu ikon wisata pesisir di Kabupaten Sidoarjo.

Buasan, warga yang mengaku terlibat sekaligus menjadi saksi proses pembentukan Pulau Lusi bersama Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sejak 2008, menceritakan bagaimana awal mula kawasan itu terbentuk.

Menurutnya, lokasi yang kini menjadi Pulau Lusi pada awalnya merupakan tempat penampungan material lumpur hasil pengerukan Sungai Porong. Lumpur yang diangkut menggunakan kapal keruk dialirkan ke area penampungan yang dibangun menggunakan konstruksi sasak bambu.

“Saat itu dibuat penampungan menggunakan sasak bambu hingga kedalaman sekitar 20 meter dari permukaan air dengan luas kurang lebih 300 meter persegi. Lumpur hasil pengerukan Sungai Porong terus dialirkan hingga perlahan membentuk daratan yang sekarang dikenal sebagai Pulau Lusi,” ujar Buasan saat ditemui di Wisata Bahari Tlocor, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan daratan berlangsung secara bertahap. Memasuki awal 2012 dilakukan penanaman mangrove sebagai upaya penghijauan sekaligus memperkuat ekosistem pesisir. Pertumbuhan mangrove yang semakin baik kemudian menjadi daya tarik tersendiri hingga kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi ekowisata.

Menurut Buasan, Pulau Lusi mulai diperkenalkan kepada masyarakat sejak 2011 melalui Dermaga Tlocor yang menjadi akses utama menuju pulau. Selanjutnya pada 2015, pengembangan kawasan mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sehingga semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari dan kawasan konservasi mangrove.

Pada masa kejayaannya, Wisata Bahari Tlocor mampu menarik ribuan wisatawan, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Ramainya kunjungan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar melalui jasa transportasi perahu wisata, pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga kios-kios milik warga.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Buasan mengatakan penurunan jumlah pengunjung mulai terasa sejak sekitar 2023.

“Sejak kawasan eks Tol HK Jabon ramai dengan angkringan dan tempat hiburan, jumlah pengunjung Wisata Bahari Tlocor semakin berkurang. Banyak pedagang akhirnya memilih pindah berjualan ke kawasan tersebut karena di sini sudah sepi,” ungkapnya.

Dampak sepinya kunjungan juga berpengaruh terhadap operasional wisata. Pada hari biasa, layanan penyeberangan menuju Pulau Lusi kini hanya beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sementara pada Sabtu dan Minggu, operasional diperpanjang hingga pukul 16.00 WIB.

Kondisi tersebut turut dibenarkan Ketua BUMDes Kedungpandan, Kasiono. Menurutnya, aktivitas pariwisata di Wisata Bahari Tlocor tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

“Kami berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat kembali mengembangkan Wisata Bahari Tlocor. Potensi wisata alam, mangrove, dan Pulau Lusi sangat besar untuk menjadi destinasi rekreasi keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Perhatian terhadap keberlangsungan Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi juga datang dari Ketua Umum Java Corruption Watch (JCW), Sigit Imam Basuki, S.T., S.H. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan aset strategis Kabupaten Sidoarjo yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari bertaraf nasional bahkan internasional.

Saat meninjau langsung kawasan Pulau Lusi, Senin (6/7/2026), Sigit menilai kondisi sejumlah fasilitas pendukung wisata memerlukan perhatian serius. Sejumlah sarana dan prasarana terlihat kurang terawat, bahkan mengalami kerusakan sehingga dinilai dapat mengurangi kenyamanan wisatawan.

“Pulau Lusi merupakan aset wisata yang sangat berharga bagi Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus ikut merawat, mengembangkan, sekaligus mempromosikan Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi sebagai destinasi wisata berskala nasional hingga internasional. Potensinya sangat besar, tetapi fasilitas yang ada saat ini sudah banyak yang tidak terawat dan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan revitalisasi sarana dan prasarana wisata. Menurutnya, status Pulau Lusi sebagai kawasan konservasi mangrove sekaligus ekowisata menjadi modal penting untuk memperoleh dukungan pengembangan dari pemerintah pusat.

Selain pembenahan infrastruktur, Sigit menilai promosi wisata harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyelenggaraan agenda berskala regional maupun nasional.

“Minimal setiap enam bulan sekali, terutama saat musim libur sekolah dan libur akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menggelar festival atau event wisata di kawasan Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi. Dengan begitu, kunjungan wisatawan dapat meningkat dan roda perekonomian masyarakat sekitar kembali bergerak,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa komitmen dan langkah nyata dari pemerintah daerah, destinasi wisata yang memiliki sejarah penting tersebut berpotensi semakin kehilangan daya tariknya.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak memiliki kepedulian dan langkah konkret untuk mengembangkan kawasan ini, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Pulau Lusi hanya tinggal nama. Padahal, aset wisata ini merupakan kebanggaan masyarakat Sidoarjo yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.(*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *