SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menekankan pentingnya integritas dan keberpihakan kepada masyarakat kepada para calon kepala desa (cakades) Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (30/3/2026).
Pesan tersebut disampaikan saat menerima perwakilan cakades dan elemen masyarakat serta perwakilan kader Gerindra Buduran di rumah dinas Wakil Bupati, yang juga berlangsung dalam suasana silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam arahannya, Hj Mimik Idayana menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan.
“Cakades harus amanah. Kita hidup di dunia hanya sementara, sehingga jabatan yang diraih harus dimanfaatkan untuk kebaikan,” ujarnya.
Ia menekankan, jika nantinya terpilih, kepala desa harus mampu memimpin secara jujur, adil, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kebijakan yang diambil harus pro rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.
Selain itu, Hj. Mimik Idayana juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan pelayanan maksimal.
Menurutnya, kepala desa merupakan pelayan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pembangunan desa.
“Setiap kebijakan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Layani warga dengan hati,” imbuhnya.
Ia juga berharap seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sidokerto dapat berjalan aman, tertib, serta tetap menjunjung tinggi kondusivitas dan persaudaraan.
“Siapapun yang terpilih adalah pilihan masyarakat. Mari kita hormati bersama,” pungkasnya.
Cakades Sambut Positif Arahan

Sementara itu, salah satu calon kepala desa Sidokerto, Subagio, menyambut positif arahan yang disampaikan Wakil Bupati. Ia menilai pesan tersebut menjadi motivasi bagi para calon untuk mengikuti proses Pilkades sesuai aturan yang berlaku.
“Arahan Ibu Wabup sangat positif dan mendukung agar Pilkades berjalan lancar dan sesuai regulasi. Kami berkomitmen mengikuti aturan pemerintah,” ujarnya.
Subagio juga menyampaikan komitmennya untuk menyelaraskan program desa dengan kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu fokusnya adalah verifikasi dan validasi data kemiskinan melalui DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) agar program lebih tepat sasaran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mendorong kemandirian masyarakat desa di tengah tantangan global.
“Ke depan, desa harus mandiri dan memiliki daya saing, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tambahnya.
Ia pun menegaskan, jika dipercaya memimpin, dirinya akan mengedepankan pelayanan prima dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Kami akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan memastikan kebijakan benar-benar pro rakyat,” tandasnya.(*).





