SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Porong dan Puskesmas Tanggulangin, Jumat (10/7/2026). Kunjungan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut bertujuan memastikan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana di dua puskesmas tersebut.
Sidak diawali di Puskesmas Porong sekitar pukul 08.30 WIB dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Porong, dr. Joko Setiyono. Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Tanggulangin yang didampingi Kepala UPTD Puskesmas Tanggulangin, dr. Eko Budiyanto.

Dari hasil peninjauan, Mimik menilai kedua puskesmas memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga memerlukan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Di Puskesmas Porong, ia melihat fasilitas rawat inap sudah tersedia dengan dukungan lahan yang relatif luas. Menurutnya, kondisi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Rumah Sakit Tipe D agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin optimal.

“Kita akan komunikasikan dengan Pak Bupati agar ke depan ada penambahan fasilitas kesehatan, termasuk kemungkinan Puskesmas Porong ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Tipe D,” ujar Mimik.
Selain itu, ia juga menemukan sejumlah fasilitas yang sudah tidak layak digunakan. Salah satunya bantal berbahan kapuk yang kondisinya telah usang dan dinilai tidak memenuhi standar kenyamanan pelayanan kesehatan.

“Saya menemukan bantal yang sudah sangat tidak memadai. Fasilitas seperti itu tentu harus segera diperbaiki karena berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan pasien,” tegasnya.
Sementara itu, di Puskesmas Tanggulangin, Mimik menyoroti kapasitas pelayanan yang dinilai sudah tidak sebanding dengan jumlah wilayah yang dilayani. Saat ini puskesmas tersebut melayani sekitar 18 desa, namun kondisi bangunan dan tata ruang dinilai sudah tidak lagi memadai.

Menurutnya, sejumlah ruang pelayanan terasa sempit dan kurang nyaman sehingga perlu dilakukan penataan ulang agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik.
“Orang datang ke puskesmas bukan ke warung, tetapi untuk berobat. Kalau ruangannya nyaman, itu menjadi vitamin tersendiri bagi pasien dan sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan,” ungkapnya.

Mimik menjelaskan, pengembangan Puskesmas Tanggulangin juga menghadapi kendala keterbatasan lahan. Kondisi tersebut membuat pengembangan layanan hanya mampu mengakomodasi hingga lima klaster sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan solusi terbaik.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap melalui penataan ruang, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Pelan-pelan akan kita tata. Yang terpenting, masyarakat yang datang berobat mendapatkan pelayanan yang nyaman, aman, dan berkualitas,” pungkas Wakil Bupati Sidoarjo. (*).
Reporter : Sugi.





