Empat Tahun Menanti, Jembatan Mak Mimik Akhirnya Berdiri Berkat Kepedulian Wabup Sidoarjo

SIDOARJO | JWI – Penantian sekitar empat tahun warga RT 06/RW 03, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya berbuah hasil. Jembatan yang selama ini dinantikan warga kini berdiri dan resmi digunakan setelah diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., Jumat (14/8/2026) malam.

Peresmian Jembatan “Mak Mimik” yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB tersebut disambut antusias masyarakat. Warga memadati lokasi untuk menyaksikan secara langsung peresmian akses penghubung yang selama ini memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kehadiran Wabup Mimik Idayana juga disambut para mahasiswa dan mahasiswi JAI Al Khoziny yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Desa Kedungbanteng.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimka Tanggulangin, antara lain Camat Tanggulangin, Kapolsek Tanggulangin, Koramil Tanggulangin beserta jajaran, Kepala Desa Kedungbanteng Budiono bersama perangkat desa, serta masyarakat, khususnya warga RT 06/RW 03.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kedungbanteng Budiono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wabup Mimik Idayana yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

“Bagi kami, ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kedungbanteng. Selama kurang lebih empat tahun, warga sudah mengajukan pembangunan jembatan kepada dinas terkait, tetapi belum terealisasi,” ujar Budiono.

Menurut Budiono, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat karena menjadi salah satu akses penting yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Wabup Mimik Idayana yang membantu pembangunan jembatan dengan menggunakan dana pribadi.

“Alhamdulillah, berkat kepedulian Ibu Wabup Mimik Idayana, jembatan ini akhirnya benar-benar terwujud. Malam ini kita bisa melihat dan meresmikannya bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan, keputusannya membantu pembangunan jembatan tersebut didorong oleh kebutuhan dan manfaat yang akan dirasakan langsung masyarakat.

Mimik menuturkan, sebelumnya sejumlah warga telah menyampaikan keluhan mengenai kondisi jembatan sekaligus lamanya usulan pembangunan yang belum terealisasi.

“Saya berinisiatif membantu membangun jembatan ini bukan hanya karena kondisi jembatannya, tetapi karena manfaatnya bagi masyarakat. Warga sudah menyampaikan bahwa selama empat tahun usulan tersebut belum terealisasi,” ungkap Mimik.

Setelah melihat langsung kondisi jembatan yang sebelumnya masih menggunakan konstruksi sederhana berbahan bambu dan menjadi akses penting bagi warga, Mimik mengaku prihatin.

Ia kemudian berkoordinasi dengan timnya hingga pembangunan jembatan tersebut dapat dilaksanakan. Menurut Mimik, proses pembangunan berlangsung relatif cepat dan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Alhamdulillah, akhirnya jembatan ini bisa terbangun. Tidak harus menunggu sampai empat tahun lagi. Ini merupakan ikhtiar untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Mimik berharap keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga Kedungbanteng.

Menurutnya, kawasan sekitar jembatan memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari aktivitas ekonomi masyarakat, kawasan tambak, kuliner hingga ruang rekreasi sederhana yang berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah manfaatnya. Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini, perekonomian masyarakat Kedungbanteng semakin meningkat,” harapnya.

Selain meresmikan jembatan, Mimik juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Ia meminta lingkungan sekitar jembatan tetap bersih dan terpelihara sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Persoalan banjir juga menjadi perhatian Wabup Sidoarjo. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dicarikan solusi secara berkelanjutan agar tidak terus menjadi kendala bagi masyarakat.

Mimik menyebut salah satu alternatif yang dapat dikaji adalah pembangunan embung atau kolam penampungan air di lahan yang tersedia.

“Ini menjadi pekerjaan bersama. Insyaallah, tahun depan kita akan ikhtiarkan bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan pembangunan penampungan air atau embung,” ujarnya.

Mimik berharap pembangunan Jembatan Mak Mimik menjadi langkah awal dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi masyarakat Kedungbanteng.

“Jembatan ini milik kita bersama. Mari dijaga dan dirawat bersama-sama. Mudah-mudahan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Prosesi Peresmian

Usai penyampaian sambutan, prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Wabup Mimik Idayana sebagai tanda resmi dibukanya Jembatan Mak Mimik untuk digunakan masyarakat.

Selanjutnya, dilakukan penandatanganan prasasti sebagai penanda peresmian jembatan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.

Pemotongan tumpeng tersebut menjadi simbol bahwa Jembatan Mak Mimik secara resmi dapat dilalui dan dimanfaatkan warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi swafoto bersama Wabup Mimik Idayana dan masyarakat, sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Bagi masyarakat Kedungbanteng, berdirinya jembatan tersebut bukan sekadar hadirnya sebuah infrastruktur baru, tetapi juga menjadi jawaban atas penantian panjang sekaligus harapan untuk meningkatkan kemudahan akses dan aktivitas ekonomi warga. (*).

Reporter: Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *