SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., mendorong pengembangan wisata bahari di kawasan pesisir timur Sidoarjo. Salah satu konsep yang tengah dikaji adalah pemanfaatan kapal wisata dan kapal apung untuk mendukung aktivitas susur muara serta pengembangan destinasi wisata pesisir.
Sejumlah kawasan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, di antaranya Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, serta kawasan wisata religi Dewi Sekardadu di Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.

Untuk menunjang rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mengkaji kebutuhan infrastruktur, khususnya pembangunan atau pengembangan dermaga yang dapat menjadi titik awal aktivitas wisata susur muara dan akses menuju pulau-pulau kecil di kawasan pesisir.
Konsep pengembangan wisata bahari tersebut diperkenalkan dalam pertemuan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dengan tim PT Zein Kraft Indonesia di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Rabu (12/8/2026).
Dalam pertemuan itu, tim PT Zein Kraft Indonesia memperkenalkan sejumlah desain kapal wisata yang dirancang untuk menunjang aktivitas pariwisata. Kapal tersebut dilengkapi fasilitas yang ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan selama menikmati perjalanan menyusuri kawasan muara dan pesisir.

Selain kapal wisata, turut diperkenalkan kapal yang dapat dimanfaatkan untuk mengangkut sampah sungai dengan kapasitas hingga sekitar satu ton. Kapal wisata berkapasitas sekitar 5 hingga 10 penumpang tersebut ditawarkan dengan harga kurang lebih Rp170 juta.
Wabup Mimik menyambut positif konsep tersebut. Menurutnya, pengembangan kapal wisata dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan potensi kawasan pesisir Sidoarjo yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Kita akan pertimbangkan dan kaji pembelian kapal tersebut, apakah nanti memberikan dampak ekonomi yang baik bagi Pemkab. Kalau potensi yang dimiliki bisa dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat serta UMKM lokal, tentu akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Kabupaten Sidoarjo,” ujar Mimik.
Ia menegaskan, pengembangan wisata bahari tidak hanya berorientasi pada pembangunan destinasi baru, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata bahari. Konsep tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menggerakkan UMKM, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Pemkab Sidoarjo selanjutnya akan melakukan kajian terhadap aspek kebutuhan, kelayakan, infrastruktur, serta manfaat ekonomi sebelum menentukan langkah pengembangan lebih lanjut.
Jika dikelola secara terintegrasi, wisata susur muara, kapal apung, wisata religi Dewi Sekardadu, dan potensi kawasan pesisir lainnya diharapkan dapat menjadi rangkaian destinasi wisata bahari baru sekaligus ikon pariwisata Sidoarjo.(*).
Reporter : Sugi.





