JAMBI | JWI – Bupati Merangin, M. Syukur, memastikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Merangin tetap aman dan tidak terdampak gangguan sistem layanan digital yang dialami Bank Jambi. Ia juga mengimbau nasabah agar tidak panik menyikapi insiden tersebut.
Pernyataan itu disampaikan M. Syukur usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jambi di Gedung Mahligai, Rabu (25/2/2026), menyusul gangguan layanan digital akibat dugaan kejahatan siber.
“Gaji pegawai semua bisa jalan. Tidak ada hubungannya (dengan gangguan siber). Memang yang biasa pakai m-banking atau ATM untuk sementara belum bisa digunakan, tapi prinsipnya keuangan tidak ada masalah. Hanya saja untuk sementara kita manual dulu,” ujar M. Syukur saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menegaskan, proses pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan pembayaran gaji ASN tetap berjalan normal. Meski layanan ATM dan mobile banking dinonaktifkan sementara, transaksi masih dapat dilakukan melalui layanan kantor cabang secara manual.
Menurutnya, penonaktifan sementara layanan digital tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan sistem. Saat ini, proses audit forensik tengah dilakukan aparat kepolisian guna memastikan keamanan sistem perbankan secara menyeluruh.
“Sebenarnya sistemnya sudah bisa jalan, tapi rekomendasi dari Bank Indonesia agar tidak digunakan dulu karena masih dalam proses audit forensik untuk mengatasi persoalan yang ada,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penarikan dana secara besar-besaran (rush money). Selain kondisi bank yang dinyatakan sehat, membawa uang tunai dalam jumlah besar dinilai berisiko terhadap keamanan pribadi.
Manajemen Bank Jambi, lanjutnya, menjamin keamanan saldo nasabah dan bertanggung jawab penuh apabila terdapat kerugian materiil akibat insiden tersebut. Operasional di kantor cabang tetap melayani kebutuhan mendesak secara manual.
“Ini adalah aset daerah yang harus kita jaga bersama. Kami sudah cek semua, tidak ada masalah berarti. Mari kita beri kepercayaan kepada manajemen untuk memperbaiki sistem ini secepatnya,” pungkasnya.(*).





