PASURUAN | JWI – Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Madya tahun 2026, sebuah penghargaan dari pemerintah pusat atas keberhasilan daerah dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mewakili Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, dalam seremoni yang digelar di Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan, salah satunya RSUD Bangil yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN.
Berdasarkan data resmi, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Pasuruan telah mencapai 99,58 persen dari total 1.673.855 jiwa penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 83,60 persen. Capaian ini menempatkan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu daerah dengan perlindungan kesehatan masyarakat yang hampir menyeluruh.
Tren peningkatan cakupan kepesertaan juga terus menunjukkan progres positif. Pada November 2025, angka kepesertaan tercatat sebesar 98,58 persen, kemudian meningkat menjadi 99,66 persen pada Desember 2025.
Wakil Bupati Pasuruan yang akrab disapa Gus Shobih menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan, hingga dukungan masyarakat.
“Hampir seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan saat ini sudah terlayani oleh BPJS Kesehatan. Ini merupakan bukti komitmen bersama untuk memastikan hak kesehatan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada RSUD Bangil yang dinilai konsisten meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi peserta JKN.
Sementara itu, Direktur UOBK RSUD Bangil, dr. Arma Rosalina, M.Kes, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung program UHC dengan menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Pencapaian UHC ini menjadi motivasi bagi kami di RSUD Bangil untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem pelayanan JKN. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap dr. Arma.
Menurutnya, RSUD Bangil juga terus melakukan berbagai pembenahan layanan, antara lain melalui optimalisasi alur pelayanan pasien BPJS, peningkatan pelayanan rawat jalan dan rawat inap, serta penguatan koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Program ini bertujuan agar masyarakat tidak jatuh miskin akibat biaya kesehatan. Target pemerintah ke depan adalah memperluas cakupan JKN hingga mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029 dengan kualitas layanan yang semakin baik,” tegasnya.
Melalui raihan UHC Award kategori Madya 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama RSUD Bangil menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(*).
Reporter : A. Fandi





