BANGKO | JWI – Bupati Merangin, M. Syukur, memimpin langsung rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir Kabupaten Merangin di Ruang Pola Lantai II Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Dalam arahannya, Bupati menegaskan agar seluruh anggota Satgas memprioritaskan penanganan kebutuhan mendesak masyarakat, meliputi bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, hingga perbaikan infrastruktur.
Didampingi Asisten I Setda Merangin Sukoso, rapat dihadiri unsur lintas instansi, antara lain BPBD, Dinas Sosial, PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Kominfo, Perkim, Dinas Pendidikan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.
Bupati menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penanganan di lapangan, terutama pada wilayah yang masih terendam maupun yang terdampak parah.
“Seluruh jajaran harus bergerak cepat untuk mengatasi kebutuhan paling mendesak warga terdampak,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir melanda sejumlah titik di Kabupaten Merangin, di antaranya Desa Pulau Bayur dan Desa Selango di Kecamatan Pamenang Selatan, Desa Rantau Limau Kapas di Kecamatan Tiang Pumpung, serta Desa Rantau Jering di Kecamatan Lembah Masurai.
Sejumlah kebutuhan mendasar masih menjadi perhatian utama. Warga di Desa Rantau Jering, Selango, dan Pulau Bayur dilaporkan sangat membutuhkan pipa air bersih karena jaringan rusak akibat terjangan banjir. Selain itu, masyarakat Desa Pulau Bayur juga mendesak pembangunan jembatan gantung baru untuk memulihkan akses transportasi yang terputus.
Menanggapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati M. Syukur menegaskan komitmennya untuk mencari solusi agar penanganan tetap berjalan optimal.
“Kita harus mencari jalan keluar di tengah keterbatasan anggaran karena ini demi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati juga secara spontan memberikan bantuan dari dana pribadi kepada korban banjir. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
“Ini soal kemanusiaan. Apa yang bisa kita bantu, kita dahulukan,” ungkapnya.
Selain penanganan bantuan, Pemkab Merangin juga mengantisipasi potensi munculnya penyakit pasca-banjir, seperti Demam Berdarah Dengue. Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan fogging di wilayah terdampak guna mencegah penyebaran penyakit.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta meminimalisasi dampak lanjutan akibat bencana banjir. (*)





