MOJOKERTO | JWI – Herbaroso kembali memperluas edukasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal kepada masyarakat. Kali ini, edukasi teh herbal berbahan tanaman kumis kucing digelar di Warung Galengan Sawah, Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Lomba Menggambar Umum 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran Herbaroso menjadi salah satu daya tarik tersendiri, terutama bagi para orang tua yang mendampingi anak-anak mengikuti perlombaan.

Tidak hanya memperkenalkan produk teh kumis kucing, Herbaroso juga memberikan edukasi langsung mengenai bahan baku dan pengolahannya, sekaligus membuka layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis bagi masyarakat yang hadir.
Edukasi Herbaroso dipandu langsung oleh tiga pendirinya, yakni Herwanto, Bambang Sutejo, dan Imam Suroso. Ketiganya secara bergantian memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai konsep Herbaroso serta pemanfaatan tanaman kumis kucing sebagai bahan minuman herbal.

Herwanto menjelaskan, keterlibatan Herbaroso dalam berbagai kegiatan masyarakat bukan sekadar memperkenalkan produk. Lebih dari itu, pihaknya ingin membangun ruang komunikasi dan edukasi agar masyarakat semakin mengenal potensi tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar.
“Herbaroso ingin tidak hanya dikenal sebagai produk herbal, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat tentang pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik bagi kami untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat,” ujar Herwanto.

Menurutnya, tanaman kumis kucing merupakan salah satu tanaman yang dikenal luas di masyarakat dan dapat diolah menjadi minuman herbal. Melalui Herbaroso, pemanfaatan tersebut dikemas dalam bentuk produk yang lebih praktis.
Ibu-Ibu Antusias Mencoba Teh Kumis Kucing Herbaroso
Edukasi yang diberikan Herbaroso mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para ibu yang hadir mendampingi putra-putrinya mengikuti lomba.

Yuni Astutik, salah seorang warga Mojosari, mengaku tertarik setelah mendapatkan penjelasan langsung mengenai produk teh kumis kucing Herbaroso.
Ia bahkan membeli produk tersebut setelah mengikuti edukasi yang diberikan di lokasi kegiatan.

“Saya tertarik setelah mendapatkan penjelasan langsung. Ternyata hari ini bisa melihat produknya secara langsung dan mendapatkan edukasi mengenai teh kumis kucing Herbaroso,” ujarnya.
Antusiasme serupa disampaikan Suliya, warga Kecamatan Tarik. Ia mengaku sebelumnya pernah mengonsumsi teh herbal berbahan kumis kucing yang dibelinya secara daring.

Menurutnya, kesempatan bertemu langsung dengan Herbaroso membuat dirinya mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai produk tersebut.
“Sebelumnya saya pernah membeli teh herbal kumis kucing secara online. Hari ini saya bisa melihat langsung produknya dan mendapatkan penjelasan secara langsung dari Herbaroso,” katanya.
Tidak sedikit ibu-ibu lainnya yang turut memberikan tanggapan positif setelah mengikuti sesi edukasi.
Untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, Herbaroso juga menyediakan seduhan teh kumis kucing yang dapat diminum di tempat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengenalan produk sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencicipinya secara langsung.
Herbaroso Berikan Cek Tekanan Darah Gratis
Selain edukasi produk, Herbaroso juga menghadirkan layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis bagi masyarakat yang berada di lokasi kegiatan.
Layanan tersebut mendapat perhatian dari para orang tua yang datang mendampingi anak-anak mereka.

Kehadiran layanan pemeriksaan sederhana tersebut sekaligus memperkuat konsep kegiatan Herbaroso yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan produk, tetapi juga menghadirkan aktivitas edukatif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Herbaroso menekankan bahwa edukasi mengenai produk herbal perlu disampaikan secara proporsional. Produk herbal dapat menjadi bagian dari pilihan minuman dan pola hidup sehat, namun tidak dimaksudkan untuk menggantikan diagnosis ataupun pengobatan medis.
Bersinergi dengan Kreativitas Anak
Sementara itu, Lomba Menggambar Umum 2026 menjadi kegiatan utama yang membawa masyarakat berkumpul di Warung Galengan Sawah.
Mengusung tema “Perjuangan dalam Merebut Kemerdekaan Tahun 1945”, lomba tersebut diikuti anak-anak usia 7 hingga 15 tahun.
Peserta menggunakan media kertas ukuran A3 yang disediakan panitia, sedangkan peralatan menggambar seperti pensil warna atau crayon serta alas papan dibawa masing-masing peserta.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Anak-anak diberikan ruang untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenang semangat perjuangan para pahlawan melalui karya seni.

Penyelenggara kegiatan, Agung Cahyono, S.AP, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan semangat nasionalisme sejak usia dini.
Selain trofi dan sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah uang pembinaan. Juara pertama mendapatkan Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu.
Herbaroso Dorong Potensi Herbal Lokal
Pendiri Herbaroso lainnya, Bambang Sutejo, mengatakan pengembangan herbal lokal membutuhkan keterlibatan masyarakat. Menurutnya, tanaman yang selama ini tumbuh di lingkungan sekitar dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara baik dan bertanggung jawab.

“Yang kami dorong bukan hanya produknya, tetapi bagaimana masyarakat bisa melihat potensi tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar. Dari tanaman tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” kata Bambang.
Senada, Imam Suroso menilai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan kesempatan penting bagi Herbaroso untuk memperkenalkan produk sekaligus menerima masukan dari konsumen.
“Kami ingin terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat mengenal produk secara langsung dan memahami penggunaannya secara bijak,” ujarnya.

Herbaroso mengusung semangat “Herbal Alami, Hidup Lebih Sehat” dengan salah satu produk yang diperkenalkan berupa teh kumis kucing.
Melalui berbagai kegiatan edukasi, Herbaroso berharap tanaman herbal lokal tidak hanya dipandang sebagai tanaman biasa, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Kegiatan di Warung Galengan Sawah Mojokerto tersebut menjadi salah satu langkah Herbaroso untuk semakin dekat dengan masyarakat. Perpaduan edukasi herbal, layanan pemeriksaan tekanan darah gratis, serta kegiatan kreatif anak dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadikan kegiatan berlangsung meriah sekaligus edukatif. (*).
Reporter : Sugi.





