Lingkar Timur Hancur, Anggaran Lambat Cair? Wabup Sidoarjo Gandeng CSR Demi Kejar Target Lebaran

SIDOARJO | JWI – Kerusakan parah Jalan Lingkar Timur Sidoarjo akhirnya mendapat perhatian serius. Di tengah keluhan warga soal jalan berlubang yang membahayakan, Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (26/2/2026).

Tak hanya Lingkar Timur, sidak juga menyasar Jalan Bulang di Kecamatan Prambon, Jalan Candi–Prasung di Kecamatan Buduran, hingga Jembatan Wadungasih yang kondisinya dinilai membahayakan pengguna jalan.

Namun sorotan utama tertuju pada ruas Jalan Lingkar Timur, mulai Desa Wedoro Klurak, Kecamatan Candi hingga Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota. Lubang menganga tersebar di sejumlah titik, mengancam keselamatan pengendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H.

Alih-alih menunggu proses anggaran dinas yang dinilai memakan waktu, Wabup Mimik memilih langkah percepatan dengan menggandeng perusahaan sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya sudah menghubungi salah satu perusahaan di kawasan Lingkar Timur dan mereka siap ikut membantu perbaikan lewat dana CSR. Ini untuk percepatan, karena kalau menunggu anggaran dinas lama realisasinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Syukuri Capaian IKM 88,82 Kategori “Sangat Baik”

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan publik: mengapa perbaikan jalan strategis harus menunggu bantuan CSR? Apakah mekanisme penganggaran dan realisasi di dinas teknis berjalan lambat?
Wabup mengakui, perbaikan permanen membutuhkan anggaran besar dan proses panjang. Saat ini, program pengecoran dari pemerintah pusat baru menjangkau hingga kawasan MPP Sidoarjo, sementara ruas rusak berat di wilayah Candi masih menunggu tahap lanjutan dan alokasi anggaran berikutnya.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan penambalan sementara agar tetap aman dilalui. Sambil menunggu pengecoran lanjutan dari program pusat,” ujarnya.

Sementara itu, di lokasi lain, Wabup juga menyoroti kondisi Jembatan Wadungasih, Kecamatan Buduran, yang disebutnya sangat memprihatinkan.

“Jembatan ini sangat parah. Sudah beberapa kali disurati. Harus segera diberi pengaman sementara supaya tidak ada pengendara yang terperosok, apalagi malam hari,” tegasnya.

Sidak dimulai pukul 09.00 WIB di Jalan Bulang, Kecamatan Prambon, dilanjutkan pukul 10.00 WIB ke Jalan Candi–Prasung, dan pukul 11.00 WIB ke Jembatan Wadungasih. Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo serta camat setempat.

Baca Juga :  SPDP Resmi ke Kejagung, Subandi–Rafi Segera Diperiksa dalam Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar

Langkah percepatan melalui CSR dinilai sebagai solusi taktis.
Namun publik kini menanti langkah strategis: memastikan perbaikan permanen tidak kembali tertunda, serta memastikan tata kelola anggaran infrastruktur berjalan efektif dan tepat waktu.
Menjelang Lebaran, keselamatan warga menjadi taruhan.

Pemerintah dituntut tidak sekadar reaktif, tetapi memastikan perencanaan dan realisasi anggaran berjalan tanpa hambatan birokrasi.(*).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *