SIDOARJO | JWI – Terik matahari siang tak menyurutkan langkah para pejuang keluarga berbaju hijau. Di balik helm dan jaket khas, mereka adalah tulang punggung yang setiap hari mengais rezeki dari aplikasi.
Di hari terakhir open house Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, pemandangan berbeda terasa: ratusan komunitas ojek online (ojol) dari Gojek dan Grab datang, bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi membawa cerita perjuangan jalanan.

Acara yang digelar di kediaman keluarga besar H. Rahmat Muhajirin, Perumahan AL Blok C1 No.18 Kedungkendo, Kecamatan Candi, Senin (23/3/2026), sejak pagi telah dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, kehadiran para driver ojol sekitar pukul 11.00 WIB menjadi magnet tersendiri.
Dengan seragam hijau yang identik, mereka datang berkelompok, sebagian masih menyempatkan waktu di sela orderan. Wajah lelah tertutup senyum, menunjukkan semangat yang tak pernah padam.
“Ini momen langka bagi kami. Di tengah aktivitas narik, kami bisa bertemu langsung dengan Ibu Wakil Bupati,” ujar Ros, salah satu perwakilan ojol.

Ia menuturkan, sambutan hangat yang diberikan membuat para driver merasa dihargai, bukan sekadar pekerja jalanan, tetapi bagian dari masyarakat yang diperhatikan.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar halal bihalal. Wakil Bupati Sidoarjo tampak membaur tanpa sekat, menyapa, berbincang, hingga berfoto bersama para driver ojol. Interaksi itu mencerminkan kedekatan antara pemimpin daerah dan warganya, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari ekonomi digital.
Di tengah derasnya arus tamu dari tokoh masyarakat, organisasi, hingga lembaga keagamaan, komunitas ojol justru menghadirkan warna tersendiri. Mereka adalah representasi nyata denyut ekonomi rakyat, bergerak di jalanan, bertahan di tengah panas, hujan, dan ketidakpastian.

Open house hari terakhir ini pun menjadi penutup yang berkesan. Bukan hanya tentang ramainya tamu, tetapi tentang hadirnya ruang pertemuan antara pemimpin dan para pejuang nafkah yang selama ini lebih sering terlihat di jalan daripada di ruang-ruang resmi.
Lebih dari sekadar silaturahmi Lebaran, kegiatan ini menjadi simbol bahwa pemerintah daerah hadir dan melihat, bahkan merangkul, mereka yang bekerja di balik layar aplikasi.
Dan di bawah terik matahari itu, para ojol pulang bukan hanya membawa kenyang, tetapi juga rasa dihargai.(*).





