BANGKO | JWI – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai memasarkan hasil panen jagung dari program gerakan tanam serentak. Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, jagung hasil produksi daerah tersebut kini telah dipasarkan ke Bulog Merangin.
Bupati Merangin, H. M. Syukur, menyampaikan bahwa pada tahap awal telah terjual jagung pipilan sebanyak 5,6 ton. Dari jumlah tersebut, 3,6 ton disalurkan ke Bulog, sedangkan 2 ton lainnya dijual langsung kepada masyarakat.
“Sebanyak 5,6 ton jagung ini merupakan sebagian hasil panen dari Balai Benih Unggul (BBU) Margoyoso,” ujar Bupati usai kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baiturrohim, Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, produksi tersebut baru berasal dari sekitar empat hektare lahan. Sementara total luas lahan di BBU Margoyoso mencapai 27 hektare, sehingga potensi panen ke depan masih cukup besar.
Selain dari BBU Margoyoso, potensi produksi juga akan bertambah dari BBU Sungai Manau. Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pengembangan lahan di BBU Lembah Masurai dan BBU Jangkat guna meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Merangin, Mujiburrahman, menyebutkan bahwa total panen perdana di lahan eks kebun sawit dan karet di BBU Margoyoso mencapai sekitar 6,5 ton.
Menurutnya, hasil tersebut masih belum optimal karena kondisi tanah yang sebelumnya digunakan untuk perkebunan sawit dan karet masih tergolong keras dan belum sepenuhnya subur.
“Jika dipersentasekan dari luas lahan, hasil panen ini memang belum maksimal. Selain itu, sistem drainase di lokasi juga belum memadai dan lahan tersebut pernah terdampak banjir,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses penanaman dilakukan secara bertahap dan tidak langsung mencakup seluruh area seluas 27 hektare.
Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan pengeringan untuk menurunkan kadar air jagung agar memenuhi standar pembelian Bulog, yakni di bawah 14 persen. Adapun benih yang digunakan merupakan varietas unggul Bisi-2.
Terkait harga, Bulog membeli jagung dari petani dengan harga Rp6.400 per kilogram.
Reporter: Afadal





