Plafon Ambrol, SDN Pucang 1 Sidoarjo Butuh Perhatian Pemkab

SIDOARJO | JWI – Kondisi bangunan SDN Pucang 1, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, memprihatinkan. Bagian plafon salah satu ruang sekolah mengalami kerusakan parah hingga ambrol pada Jumat (7/8/2026) siang.

Kerusakan tersebut mengakibatkan sebagian besar plafon terbuka dan memperlihatkan rangka atap di atasnya. Sejumlah kabel instalasi listrik juga tampak menjuntai di area plafon yang mengalami kerusakan.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena ruang tersebut merupakan bagian dari lingkungan sekolah yang digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

Kepala SDN Pucang 1, Dwi Sri Hariyani, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, plafon mengalami kerusakan dan ambrol pada Jumat siang.

“Kejadiannya kemarin siang,” ujar Sri Hariyani saat memberikan keterangan terkait kondisi bangunan sekolah.

Pasca kejadian, pihak sekolah untuk sementara melakukan langkah penanganan secara mandiri dengan mengamankan area yang terdampak. Rencananya, pihak sekolah bersama lingkungan sekitar akan melakukan kerja bakti serta memindahkan sejumlah perabot yang berada di dalam ruangan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko sekaligus memberikan ruang bagi pihak terkait apabila nantinya dilakukan pemeriksaan maupun perbaikan bangunan.
Pihak sekolah berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya instansi yang memiliki kewenangan menangani sarana dan prasarana pendidikan.

Harapannya, perbaikan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar di SDN Pucang 1 dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Kami sangat berharap mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Semoga tahun ini bisa segera mendapatkan penanganan dan perbaikan,” harap Sri Hariyani.

Kerusakan fasilitas pendidikan seperti ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan dan pemeriksaan berkala terhadap bangunan sekolah perlu mendapat perhatian. Sebab, selain menyangkut kenyamanan proses belajar mengajar, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Pihak sekolah untuk sementara akan mengutamakan pengamanan lokasi, melakukan kerja bakti, serta memindahkan perabot dari ruangan yang mengalami kerusakan sembari menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

(JWI)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *