SAROLANGUN | JWI – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sarolangun sejak Minggu (26/4/2026) dini hari menyebabkan Sungai Batang Asai meluap dan merendam sejumlah permukiman warga di dua kecamatan, yakni Batang Asai dan Batin VIII.
Di Kecamatan Batang Asai, banjir dilaporkan menggenangi Desa Batu Empang, Simpang Narso, Tambak Ratu, Bathin Pengambang, Sungai Keradak, Muara Air Dua, Rantau Panjang, Pulau Salak Baru, Pekan Gedang, dan Raden Anom. Sementara di Kecamatan Batin VIII, wilayah terdampak meliputi Desa Tanjung Gagak, Muara Lati, Rantau Gedang (Dusun Seberang), Pulau Buayo, dan Teluk Kecimbung.
Menanggapi kondisi tersebut, personel Polsek Batang Asai dan Polsek Batin VIII bersama Tim Siaga Bhayangkara Polres Sarolangun bergerak cepat melakukan evakuasi dan membantu warga terdampak banjir.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Kompol Angga Luviyanto, M.H. mengatakan, luapan Sungai Batang Asai menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi.
“Dari hasil pantauan di lapangan, kedalaman air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter,” ujar Kompol Angga.
Ia menjelaskan, kondisi saat ini mulai berangsur membaik seiring berhentinya hujan dan debit air sungai yang mulai menurun. Meski demikian, aparat kepolisian tetap siaga di lokasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Personel kami masih berjaga untuk membantu aktivitas warga, seperti menggendong anak-anak, menuntun lansia, hingga mendorong kendaraan yang mogok akibat genangan air,” jelasnya.
Kompol Angga menegaskan, hingga saat ini belum terdapat laporan warga yang mengungsi maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap potensi kerugian materiil.
“Beberapa laporan sementara, terdapat kerusakan pada perangkat elektronik milik warga akibat terendam air,” tambahnya.

Selain melakukan evakuasi, personel kepolisian juga terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah terdampak guna memastikan situasi tetap kondusif.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait penggunaan listrik di tengah kondisi banjir.
“Kami mengimbau warga untuk tidak menghidupkan aliran listrik dan perangkat elektronik sebelum kondisi benar-benar aman,” tegas Kompol Angga.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor melalui layanan darurat Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan.
“Kami bersama instansi terkait siap memberikan pelayanan terbaik demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Edi Irwan.S





