Badung, Bali – Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, instansi pemerintah, komunitas lingkungan, serta pelajar turun tangan membersihkan sampah di Pantai Kuta dan Pantai Kedonganan, Bali, pada Selasa, 3 Februari 2026. Aksi ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kebersihan pantai Bali yang dinilai kurang memadai dan berpotensi menurunkan citra pariwisata Indonesia.
Aksi Bersih-bersih Pantai Bali
Kegiatan pembersihan melibatkan sekitar 2.500 personel dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, organisasi masyarakat, serta pelajar dari berbagai sekolah setempat.
Para peserta bekerja bersama di sepanjang garis pantai, menggunakan peralatan seperti karung sampah dan alat pembersih pasir, serta dukungan kendaraan dan mesin beach cleaner untuk mempercepat proses. Aksi ini berlangsung dengan koordinasi yang ketat demi memastikan keamanan dan efektivitas kerja.
Dipimpin Pimpinan Militer
Pembersihan di Pantai Kuta dipimpin oleh Inspektur Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., sedangkan kegiatan serupa di Pantai Kedonganan dikomandoi oleh Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi. Para pemimpin lapangan mengajak semua yang terlibat untuk menjaga lingkungan dan bekerja secara berkelanjutan demi menciptakan kawasan wisata yang bersih dan nyaman.
Sebanyak Puluhan Ton Sampah Terangkut
Dalam kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut, petugas bersama relawan berhasil mengumpulkan lebih dari 10 ton sampah, sebagian besar merupakan sampah organik yang menghiasi pesisir pantai. Sampah itu kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Kritik Presiden dan Tanggapan Daerah
Aksi ini dipicu oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, yang menyebut bahwa kondisi kebersihan beberapa pantai di Bali mendapat perhatian dari wisatawan asing dan berpotensi mengganggu industri pariwisata nasional. Prabowo mengaku menerima keluhan dari tokoh luar negeri mengenai kondisi pantai yang dinilai “kotor” dan meminta pemerintah daerah untuk mengambil langkah nyata.
Menanggapi kritik tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan bahwa banyak sampah yang muncul di pantai merupakan sampah kiriman laut, terutama pada musim tertentu saat arus kuat membawa limbah dari luar Bali, sehingga dibutuhkan kerja berkelanjutan untuk mengatasinya.
Pentingnya Kebersihan untuk Pariwisata
Pembersihan besar-besaran ini menjadi simbol kerja sama lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan mendukung industri pariwisata Bali yang merupakan salah satu destinasi utama di Indonesia. Upaya seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala untuk memastikan pantai tetap bersih, aman, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.





