Proyek Paving Desa Tanggul Sidoarjo Diklarifikasi, Kades Tegaskan Acuan Spesifikasi dan RAB

SIDOARJO | JWI – Pembangunan jalan paving di Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian setelah mendapat sorotan lembaga kontrol sosial. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tanggul, Saiful Akhmadi, memberikan klarifikasi mengenai pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), penyesuaian volume, serta keterlibatan tenaga kerja lokal.

Dalam keterangannya kepada awak media, Saiful menegaskan bahwa pembangunan jalan permukiman tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan, spesifikasi pekerjaan, dan RAB. Ia juga menyatakan bahwa pembangunan itu ditujukan untuk memperbaiki akses lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semangat kita sebenarnya sama, bagaimana mengawal program ini agar berjalan sesuai aturan dan yang paling utama memberikan manfaat bagi warga masyarakat,” ujar Saiful, Kamis (29/10/2026).

Anggaran dan Pelaksanaan Proyek Menjadi Perhatian

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek pembangunan jalan paving di Jalan Tanggul Kidul, RT 004 dan RT 005, RW 003, Desa Tanggul, memiliki nilai anggaran Rp352.210.000 dengan volume pekerjaan yang tercantum sepanjang 345 meter.

Papan tersebut juga mencantumkan TPK Desa Tanggul sebagai pelaksana kegiatan dengan metode swakelola pada Tahun Anggaran 2026.

Sementara itu, menyebut sumber pendanaan proyek tersebut sebagai Bantuan Keuangan (BK) Partai. Terdapat perbedaan keterangan dengan papan informasi yang mencantumkan Bantuan Keuangan Provinsi (BK).

Perbedaan tersebut perlu dikonfirmasi kepada pemerintah desa melalui dokumen penganggaran dan administrasi resmi agar sumber pendanaan dapat diberitakan secara tepat.

Saiful menegaskan bahwa kritik terhadap pembangunan tetap diperlukan. Namun, menurutnya, setiap persoalan sebaiknya dibahas berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Delapan Pekerja, Empat Di Antaranya Warga Lokal

Mengenai keterlibatan tenaga kerja, Saiful menjelaskan bahwa jumlah pekerja ditambah seiring kebutuhan mempercepat penyelesaian pembangunan.

Ia menyebut total tenaga kerja yang terlibat sebanyak delapan orang, terdiri atas empat tenaga profesional dan empat warga setempat.

Penambahan tenaga dilakukan untuk mendukung target penyelesaian pekerjaan agar tidak melewati batas waktu yang direncanakan. Meski demikian, percepatan pekerjaan tetap harus memperhatikan mutu konstruksi dan ketentuan teknis yang berlaku.

Keterlibatan warga lokal juga menjadi salah satu aspek yang disampaikan pemerintah desa dalam pertemuan klarifikasi bersama perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan awak media.

Perbedaan Kondisi Jalan Memengaruhi Pengukuran

Saiful menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi pembangunan tidak seragam. Pada sejumlah titik, lebar jalan mengalami penyempitan akibat kondisi lingkungan dan keberadaan bangunan rumah warga.

Menurut keterangan rincian ukuran yang disampaikan meliputi ruas sepanjang sekitar 238 meter dengan lebar 4 meter, ruas sepanjang 65 meter dengan lebar 3 meter, serta ruas sepanjang 91 meter dengan lebar 3,5 meter.

Ia menyebut total volume pekerjaan mencapai 1.528,5 meter persegi, dibandingkan angka 1.400 meter persegi yang disebut tercantum dalam RAB.

Namun, rincian ukuran tersebut masih perlu dicocokkan dengan pengukuran akhir dan dokumen teknis. Jika ketiga ukuran ruas dihitung berdasarkan panjang dikalikan lebar, luasnya mencapai 1.465,5 meter persegi.

Dengan demikian, angka total volume, selisih terhadap RAB, dan penjelasan mengenai penyesuaian pekerjaan perlu dikonfirmasi kembali kepada pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan sebelum dinyatakan sebagai hasil akhir.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kesesuaian antara volume yang direncanakan, realisasi pekerjaan, dan administrasi pertanggungjawaban proyek.

BPD Dorong Pembangunan Berkualitas

Perwakilan anggota BPD Desa Tanggul Aksan Tudoni, menyampaikan bahwa pembangunan paving tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan jalan lingkungan.

Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan sehingga mengganggu kenyamanan warga, terutama ketika hujan menyebabkan permukaan jalan becek dan licin.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan desa, baik yang bersumber dari bantuan maupun anggaran desa, agar hasilnya sesuai kebutuhan dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Aksan Tudoni menyatakan bahwa papan informasi proyek membantu masyarakat mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, volume, dan waktu pelaksanaan.

Ia berharap pembangunan yang dilaksanakan di Desa Tanggul tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat dipertahankan.

Tahapan Pekerjaan dan Mutu Konstruksi Perlu Diperhatikan

Dokumentasi pembangunan memperlihatkan tahapan penyiapan lahan, penataan badan jalan, penyiapan material dasar, pemasangan paving, hingga pemadatan permukaan menggunakan alat pemadat.

Pasir Lumajang juga disebut digunakan dalam pekerjaan tersebut. Untuk memastikan kesesuaian material, spesifikasi dan penggunaannya perlu dicocokkan dengan dokumen teknis serta RAB.

Dalam pembangunan jalan paving, kualitas hasil tidak hanya ditentukan oleh susunan paving yang terlihat di permukaan. Kondisi tanah dasar, ketebalan lapisan fondasi, kepadatan material, kualitas paving, dan kerapian pemasangan turut memengaruhi ketahanan jalan.

Karena itu, penilaian mengenai kesesuaian spesifikasi memerlukan pemeriksaan teknis dan dokumen pendukung, bukan hanya berdasarkan tampilan visual jalan.

Transparansi Menjadi Bagian dari Pengawasan

Klarifikasi pemerintah desa dan keterangan perwakilan BPD menjadi bagian dari upaya menjelaskan pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat.

Di sisi lain, sorotan lembaga kontrol sosial terhadap proyek tersebut juga perlu dijawab melalui data yang terukur, dokumen penganggaran, spesifikasi teknis, pengukuran volume, serta bukti pertanggungjawaban keuangan.

Dengan demikian, penilaian terhadap proyek dapat dilakukan secara objektif, baik mengenai kualitas pekerjaan maupun kesesuaian pelaksanaannya dengan ketentuan.

Pembangunan jalan paving Desa Tanggul diharapkan mampu memperbaiki akses warga. Keterbukaan informasi dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (*).

Reporter : Sugi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *