SIDOARJO | JWI – Keluhan mengenai dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kali desa yang disebut warga diduga terdampak aliran limbah cair dari aktivitas industri menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP.
Keluhan tersebut mencuat saat perwakilan PT Fortune mengikuti kegiatan sosialisasi pajak di Balai Desa Tambak Sawah. Dalam kesempatan itu, disampaikan adanya keluhan mengenai bau menyengat serta aliran air yang diduga membawa limbah menuju saluran atau kali desa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wabup Mimik melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa (29/9/2026).
Mimik mengatakan, persoalan serupa bukan kali pertama dikeluhkan. Menurutnya, permasalahan tersebut pernah muncul pada 2025 dan sebelumnya telah dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Hari ini saya tidak masalah limbah ada di pabrik di daerah Tambak Sawah. Saya sudah komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) supaya dicarikan solusinya,” ujar Mimik.
Menurut Mimik, keluhan yang paling dirasakan masyarakat adalah bau yang ditimbulkan. Karena itu, ia meminta instansi terkait segera melakukan penanganan agar persoalan tersebut tidak kembali berulang.
“Yang meresahkan warga ini masalah baunya. Insyaallah nanti dinas terkait akan memberikan solusi. Karena ini sudah pernah terjadi pada tahun 2025 dan sudah dicarikan solusinya, tetapi sekarang terjadi lagi. Karena ada laporan, akhirnya kita turun,” katanya.
Ia juga menekankan agar penyelesaian tidak sebatas penanganan sementara. Pemerintah daerah, kata Mimik, berharap persoalan bau maupun dugaan aliran limbah dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Harapan saya segera dicarikan solusi supaya tidak bau lagi dan tidak membahayakan lingkungan,” ujarnya.
Selain persoalan bau, kondisi aliran air di saluran atau kali desa juga menjadi perhatian. Aliran tersebut disebut-sebut diduga membawa limbah dari kawasan sekitar industri.

Namun, untuk memastikan sumber maupun kandungan pencemarannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang, termasuk pengujian terhadap kualitas air. Dengan demikian, dugaan pencemaran tidak hanya berdasarkan kondisi visual atau keluhan bau, tetapi dapat dibuktikan secara teknis.
Kades Tambak Sawah Pilih No Comment
Di tengah mencuatnya keluhan tersebut, Kepala Desa Tambak Sawah Fauzi memilih tidak memberikan keterangan saat dikonfirmasi awak media.
Ketika ditanya mengenai kondisi kali yang dikeluhkan warga dan dugaan adanya aliran limbah dari kawasan industri, Fauzi hanya menjawab singkat.
“No comment, Mas,” ujar Fauzi sembari meninggalkan awak media.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Surya Alam Tunggal mengenai keluhan bau maupun dugaan aliran limbah cair yang disebut berkaitan dengan aktivitas industri tersebut.
Saat ini juga belum memperoleh hasil pemeriksaan laboratorium atau keterangan resmi dari DLHK yang dapat memastikan sumber dan kandungan aliran air yang dikeluhkan.
Karena itu, dugaan pencemaran lingkungan tersebut masih memerlukan verifikasi dan penanganan lebih lanjut dari instansi berwenang. (*).
Tim Java Watch Indonesia





