Wabup Mimik Sidak Jembatan Candinegoro, Temukan Proyek Molor dan Material Dipersoalkan

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., menyoroti lambannya pembangunan jembatan penghubung di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (21/9/2026), Mimik menemukan progres pekerjaan baru mencapai sekitar 17 persen. Selain keterlambatan, kesesuaian material besi yang digunakan dalam pekerjaan juga menjadi perhatian.

Sidak dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target, spesifikasi teknis, dan ketentuan kontrak, terlebih Kabupaten Sidoarjo mulai memasuki persiapan menghadapi musim hujan.

Dalam peninjauan tersebut, Mimik didampingi Kepala Dinas PUBM-SDA Sidoarjo M. Makhmud, S.H., M.M., anggota DPRD Sidoarjo dari Komisi B, H. Ir. Supriyono, S.H., M.H., Camat Wonoayu Drs. Anwar, serta jajaran perangkat Desa Candinegoro.

Progres Baru 17 Persen

Mimik mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, progres pembangunan baru sekitar 17 persen. Angka tersebut dinilai masih jauh dari target progres yang seharusnya telah mencapai sekitar 45 persen.

“Harusnya hari ini progresnya sudah sekitar 45 persen. Tapi kenyataannya di lapangan baru sekitar 17 persen. Ini ada deviasi keterlambatan yang cukup besar,” tegas Mimik.

Keterlambatan tersebut menjadi perhatian karena pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada November 2026.

Mimik meminta pelaksana segera melakukan percepatan pekerjaan dengan menambah tenaga kerja dan sumber daya pendukung. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah pekerja yang berada di lokasi saat sidak sekitar 10 orang.

“Pekerjanya hanya sekitar 10 orang. Ini tidak memenuhi. Kalau pekerjanya kurang, segera ditambah. Jangan sampai pekerjaan seperti ini terus dibiarkan,” ujarnya.

Ia juga meminta pelaksana mempertimbangkan penambahan jam kerja apabila diperlukan untuk mengejar ketertinggalan, dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja dan ketentuan yang berlaku.

“Harus bertanggung jawab, harus segera ditambah pekerjanya. Kalau perlu lembur, pekerjaan ini harus segera diselesaikan. Sanksinya berat kalau tidak sesuai komitmen,” katanya.

Material Besi Diminta Dicek Sesuai Spesifikasi

Selain persoalan progres, Mimik turut menyoroti material besi yang digunakan dalam pembangunan jembatan.

Ia menyebut terdapat material besi yang perlu diperiksa kembali kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh material yang digunakan memenuhi persyaratan pekerjaan.

“Harus diganti dengan yang sesuai speknya. Perencanaannya seperti apa, harus disesuaikan. Kalau sudah tidak sesuai, harus dilepas. Bongkar!” tegasnya.

Mimik meminta pengawas dan pelaksana segera menindaklanjuti temuan tersebut melalui pemeriksaan teknis. Apabila terdapat material yang terbukti tidak memenuhi spesifikasi, perbaikan harus dilakukan sesuai ketentuan kontrak.

Anggaran Pembangunan Rp1,46 Miliar

Pembangunan jembatan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar. Proyek dikerjakan oleh CV Ardhi Bila, perusahaan asal Jember yang disebut sebagai pemenang lelang.

Mimik menegaskan, penggunaan anggaran pembangunan harus diikuti pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi standar mutu, spesifikasi teknis, serta target waktu yang telah ditetapkan.

“Ini sudah mau musim hujan. Seharusnya November atau Desember sudah terselesaikan, tetapi fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Mimik.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Candinegoro dan sekitarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelaksana hingga pengawas, segera melakukan evaluasi terhadap keterlambatan dan memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan.

Pemkab Sidoarjo juga akan terus melakukan pengawasan terhadap proyek infrastruktur untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, dan ketentuan kontrak.

Mimik menegaskan seluruh temuan dalam sidak harus segera ditindaklanjuti agar pembangunan jembatan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *